Sabtu, 30 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

BPBD Banyumas Ingatkan Warga Soal Ancaman Cuaca Ekstrem hingga Akhir Februari

Dwi Irawan, mengatakan hujan dengan intensitas sangat tinggi di kawasan puncak memicu terbawanya sisa-sisa material vulkanik erupsi tahun 2024

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati
CUACA BANYUMAS - Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas, Dwi Irawan, dalam acara tasyakuran bertajuk "Baturraden Aman" di Lokawisata Baturraden, Jumat (6/2/2026). Ia mengatakan hujan dengan intensitas sangat tinggi di kawasan puncak memicu terbawanya sisa-sisa material vulkanik erupsi tahun 2024. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Curah hujan ekstrem di puncak Gunung Slamet menjadi faktor utama terjadinya aliran material yang berdampak pada wilayah lereng selatan, termasuk Baturraden dan sekitarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas, Dwi Irawan, mengatakan hujan dengan intensitas sangat tinggi di kawasan puncak memicu terbawanya sisa-sisa material vulkanik erupsi tahun 2024.

Hal itu disampaikannya dalam acara tasyakuran bertajuk "Baturraden Aman" di Lokawisata Baturraden, Jumat (6/2/2026).

"Dari hasil kaji cepat yang dilakukan BPBD bersama lintas sektor dan Provinsi Jawa Tengah, inti permasalahannya ada pada cuaca dan curah hujan yang sangat tinggi, khususnya di puncak Gunung Slamet," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com.

Baca juga: Baturraden Mulai Pulih, Pedagang Curhat Masih Sepi Kunjungan Pasca-Banjir Gunung Slamet

Menurutnya, material vulkanik yang masih tersisa di kawasan hutan, sebagian sudah mengeras menjadi butiran kecil, terbawa arus air hujan yang sangat kuat.

Namun, dampak yang terjadi tidak lebih parah karena kondisi vegetasi di lereng selatan Gunung Slamet masih cukup kuat.

"Ini menjadi keuntungan bagi kita. Hutan di lereng selatan Gunung Slamet masih luar biasa, masih kuat menahan arus material," jelasnya.
Wilayah yang berada di bawah naungan kawasan tersebut meliputi Baturraden, Cilongok, hingga Sumbang.

Dwi pun mengimbau masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan, terutama vegetasi hutan, sebagai bagian penting dari mitigasi bencana.

"Mohon kepada masyarakat menjaga iklim lingkungan, terutama vegetasi. Itu bagian dari mitigasi kita bersama," katanya.

Ia juga mengingatkan kondisi cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

BPBD mencatat, puncak musim hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan terjadi hingga Februari, terutama di wilayah Banyumas bagian barat, utara, dan selatan.

"Dari BPBD Provinsi Jawa Tengah juga sudah menyampaikan imbauan kewaspadaan, khususnya untuk wilayah barat, utara, dan selatan.

Curah hujan tinggi diperkirakan masih berlangsung sampai Februari," ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa kualitas air membaik, jaringan PDAM diperbaiki.

Terkait kualitas air yang sempat keruh dan kerusakan jaringan pipa warga, Dwi mengatakan kondisi mulai membaik.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved