Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Populer

Gelar S2 Tapi Nganggur? Ini Alasan Mengapa Ijazah Tinggi Saja Tak Cukup di Mata HRD

Menyandang gelar Sarjana (S1) atau Magister (S2) adalah pencapaian luar biasa tetapi justru pengangguran banyak didominasi dari pendidikan tinggi.

Tayang:
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
Istimewa
ILUSTRASI WISUDA - Menyandang gelar Sarjana (S1) atau Magister (S2) adalah pencapaian luar biasa. Namun, fakta di lapangan seringkali pahit, antrean pelamar kerja justru didominasi oleh mereka yang berpendidikan tinggi. Foto saat prosesi wisuda lulusan Magister, Sarjana, dan Ahli Madya Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Sabtu (15/2/2025). 

TRIBUNJATENG.COM - Menyandang gelar Sarjana (S1) atau Magister (S2) adalah pencapaian luar biasa.

Namun, fakta di lapangan seringkali pahit, antrean pelamar kerja justru didominasi oleh mereka yang berpendidikan tinggi. 

Mengapa hal ini terjadi, dan bagaimana cara memutus rantai pengangguran intelektual ini?

Baca juga: Momen Langka Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Lihat Langsung Ijazah Jokowi: "Memang Asli"

Mengapa Gelar Tinggi Sering "Tertahan" di Meja HRD?

Sebelum mencari solusi, kita harus memahami akar masalahnya:

Overqualified vs Under-skilled: Anda memiliki gelar tinggi, tetapi tidak memiliki keterampilan teknis (hard skills) yang dibutuhkan perusahaan saat ini.

Ekspektasi Gaji yang Tidak Sinkron: Lulusan S2 seringkali dianggap "mahal" oleh perusahaan, sehingga perusahaan lebih memilih lulusan S1 yang bisa dilatih dengan gaji lebih rendah.

Kurangnya Pengalaman Praktis: Terlalu fokus pada teori akademis tanpa pernah mencicipi dunia kerja atau magang.

Networking yang Lemah: Di era digital, 70-80 persen lowongan kerja justru terisi melalui jalur koneksi (hidden job market), bukan portal lowongan kerja publik.
 
Solusi dan Tips Strategis untuk Lulusan S1/S2

Jika Anda sedang berada di titik ini, jangan berkecil hati. Lakukan langkah-langkah taktis berikut:

1. Re-Branding Curriculum Vitae (CV) Anda

Jangan gunakan satu CV untuk semua pekerjaan.

Sesuaikan dengan Posisi: Jika Anda melamar posisi entry-level dengan ijazah S2, tonjolkan kemampuan analisis dan kepemimpinan Anda, bukan sekadar teori tesis Anda.

Gunakan Format ATS-Friendly: Pastikan CV Anda bisa terbaca oleh sistem pemindaian otomatis perusahaan besar.

2. Kejar Sertifikasi, Bukan Sekadar Gelar

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved