Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN Walisongo Semarang

Darsini Magister Terbaik UIN Walisongo Angkat Kearifan Samin untuk Spiritual dan Resolusi Konflik

Sabtu, 7 Februari 2026, menjadi hari yang bersejarah bagi 1.277 wisudawan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Darsini lulusan program Magister Ilmu Agama Islam UIN Walisongo Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Sabtu, 7 Februari 2026, menjadi hari yang bersejarah bagi 1.277 wisudawan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.

Di tengah riuh rendah kebahagiaan di Auditorium II Kampus III Gedung Tgk Ismail Yaqub, mencuat satu nama yang mencuri perhatian: Darsini.

Lulusan program Magister Ilmu Agama Islam ini dinobatkan sebagai salah satu wisudawan terbaik pada Wisuda Periode Februari 2026.

Namun, bagi Darsini, gelar “terbaik” hanyalah sebuah bonus dari proses tanggung jawabnya sebagai penerima beasiswa BIB (Beasiswa Indonesia Bangkit).

Apa yang membuat pencapaian Darsini istimewa adalah tesisnya yang berani mengangkat nilai lokal yang sering disalahpahami.

Berjudul “Nrimo dan Ngalah sebagai Mekanisme Transformasi Konflik Masyarakat Samin Klopoduwur Blora dalam Menghadapi Konflik Industri Semen”, Darsini memberikan angin segar dalam studi resolusi konflik.

Di saat banyak pakar fokus pada program institusional yang kaku, Darsini justru mendalami bagaimana sikap batin masyarakat Samin mampu mengelola konflik industri di Pegunungan Kendeng.

“Saya melihat nrimo dan ngalah bukan sebagai kepasrahan buta, melainkan lived values atau kecerdasan mental. Ini adalah praktik sosial konkret yang menjaga keharmonisan saat menghadapi tekanan eksternal,” ungkap Darsini.

Perjalanan akademik Darsini di jenjang S2 ini adalah sebuah lompatan besar.

Berangkat dari latar belakang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) saat S1, ia harus berjibaku dengan teori-teori sosiologi dan resolusi konflik modern yang asing baginya.

Tantangan ini justru menjadi ruang baginya untuk menerapkan visi Unity of Sciences (UoS) UIN Walisongo.

Darsini berhasil melakukan “spiritualisasi ilmu modern”, di mana nilai etis Islam berdialog dengan kearifan lokal Samin dan teori resolusi konflik modern.

Banyak mahasiswa terjebak dalam jadwal yang kaku, namun Darsini memilih pendekatan yang fleksibel.

Strategi Early Start, untuk materi sulit, ia mulai mengerjakan jauh-jauh hari agar punya ruang eksplorasi.

The Power of Deadline, untuk tugas ringan, ia mengaku sering mendapat “energi kreatif” saat mendekati tenggat waktu.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved