Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Jelang Ramadan Harga Cabai di Kota Semarang Tembus Rp 100 Ribu

Harga cabai rawit di kawasan Perumahan Palir, Ngaliyan, Kota Semarang, melonjak hingga Rp 100.000 per kilogram menjelang Ramadan.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Kamis 19 Februari 2026 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Harga cabai rawit di kawasan Perumahan Palir, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, melonjak hingga Rp 90.000 sampai Rp 100.000 per kilogram menjelang Ramadan.

Kenaikan harga ini bahkan sudah mulai terasa sejak menjelang perayaan Imlek, beberapa waktu lalu. 

“Dari agen sudah mahal, jadi terpaksa kami jual hampir Rp 100.000 per kilo. Katanya di tingkat petani banyak yang gagal panen karena cuaca,” kata Siti (45), salah satu pedagang sembako setempat, Rabu (18/2/2026). 

Siti menambahkan, lonjakan harga terjadi secara bertahap seiring dengan kenaikan harga dari tingkat pemasok.

Menurut informasi yang ia terima, cuaca buruk dalam beberapa waktu terakhir mengakibatkan banyak petani cabai mengalami gagal panen, sehingga pasokan ke pasar berkurang. 

Bagi para pedagang seperti Siti, fenomena kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan dan libur nasional sebenarnya sudah menjadi siklus tahunan yang sering terjadi.

"Biasanya memang kalau mau Ramadan atau Lebaran, harga cabai sering naik. Jadi sebenarnya sudah sering terjadi, tapi pembeli tetap kaget kalau naiknya cepat," katanya.

Kenaikan harga yang cukup signifikan ini mulai dikeluhkan oleh warga, terutama para ibu rumah tangga.

Wulandari (30), salah satu pembeli di Kecamatan Ngaliyan, mengaku harus memutar otak agar uang belanja tetap mencukupi kebutuhan dapur lainnya.

"Biasanya beli setengah kilo, sekarang paling seperempat kilo supaya pengeluaran tidak terlalu besar," kata Wulandari.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti memastikan, kondisi inflasi di wilayahnya masih dalam kategori stabil meski terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga.

Pemkot Semarang terus memantau pergerakan harga melalui sistem alat pemantauan digital yang dimiliki. 

"Direncanakan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan akan melakukan operasi pasar. Bukan operasi pasar besar, tapi operasi pasar kecil-kecil yang mengintervensi pasar dan spot-spot perdagangan," jelas Agustina. 

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi tanpa harus menunggu eskalasi besar di pasar induk.

Intervensi langsung pada titik-titik perdagangan diharapkan mampu menstabilkan harga di tingkat konsumen akhir seperti di kawasan pemukiman. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved