Berita Jateng
200 Dosen Digembleng Ideologi Pancasila, Sekda Jateng: Nilai Itu Harus Tertanam di Mahasiswa!
Sebanyak 200 dosen Pendidikan Pancasila dari 108 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebanyak 200 dosen Pendidikan Pancasila dari 108 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembinaan Ideologi Pancasila di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Selama tiga hari, para akademisi ini tidak hanya berdiskusi soal materi ajar, tetapi juga strategi membentuk karakter mahasiswa.
Pelatihan yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu menjadi ruang konsolidasi penting bagi dosen Pancasila, di tengah tantangan kebangsaan yang semakin kompleks.
Baca juga: Keperawatan Harkat Negeri Gelar Seminar Pendidikan Pancasila, Tekankan Perawat Berkarakter Pancasila
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, peran dosen sangat krusial, karena nilai-nilai Pancasila pertama kali dikonstruksikan secara sistematis di bangku kuliah.
Menurutnya, mahasiswa bukan sekadar peserta didik, melainkan calon pemimpin masa depan. Karena itu, ideologi Pancasila harus tertanam kuat, bukan hanya sebagai pengetahuan, tetapi juga sebagai sikap dan tindakan.
"Nilai ideologi Pancasila itu harus tertanam di teman-teman kita di mahasiswa," tegas Sumarno saat acara Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila Khusus Bagi Dosen Pendidikan Pancasila Angkatan V di Hotel Novotel Semarang pada Selasa, 24 Februari 2026.
Ia menegaskan, penguatan ideologi Pancasila memiliki kaitan langsung dengan kondusivitas wilayah.
Apalagi, kata dia, persatuan dan stabilitas sosial menjadi prasyarat utama pembangunan.
Sumarno juga menyoroti pentingnya pendekatan trainer of trainers dalam diklat tersebut.
Dengan model ini, para dosen diharapkan mampu memperluas jangkauan pembinaan ideologi secara lebih masif di lingkungan kampus masing-masing.
“Kami berharap bahwa dengan pelatih ini embrio akan berkembang, akan menyebar ke seluruh masyarakat khususnya Jawa Tengah dan kami sangat membutuhkan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPIP, Yudian Wahyudi menyebut pembinaan ideologi Pancasila kini telah diperkuat melalui buku teks utama yang diterbitkan BPIP bersama kementerian terkait.
Buku tersebut, lanjutnya, telah digunakan mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SLTA.
BPIP saat ini tengah menyiapkan buku teks utama Pendidikan Pancasila untuk perguruan tinggi.
Dalam kesempatan itu, Yudian menyoroti Kota Semarang sebagai salah satu daerah dengan implementasi Pendidikan Pancasila yang sangat masif.
| Kunjungan ke Brebes, Menteri Ara Alokasikan Bantuan Renovasi RTLH Sebanyak 30 Ribu Unit |
|
|---|
| HNSI Jateng Ingin Ada Relaksasi Harga Solar Industri Bagi Kapal 30 GT |
|
|---|
| Berkat Usulan Ahmad Luthfi, Pembiayaan Rumah Subsidi di Jateng Capai 50 Ribu Unit |
|
|---|
| 30 Ribu Rumah di Jateng Akan Diperbaiki Melalui Program BSPS |
|
|---|
| Gubernur Ahmad Luthfi Jamin Tidak Ada Premanisme Ganggu Iklim Investasi di Jateng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260224_Sekda-Jawa-Tengah-Sumarno-saat-diklat-dosen_1.jpg)