Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Dinkes Buka Suara Soal Dugaan Perselingkuhan Bu Dokter dan Kepala Puskesmas di Blora

Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora buka suara terkait dugaan perselingkuhan kepala Puskesmas di Blora.

Tayang:
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/M Iqbal Shukri
DUGAAN PERSELINGKUHAN - Kepala Dinkesda Blora, Edi Widayat saat ditemui Kamis (26/2/2026).(Iqbal/Tribunjateng) 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora buka suara terkait dugaan perselingkuhan kepala Puskesmas di Blora.


Sebelumnya, seorang dokter spesialis berinisial dr. SDA, melaporkan istrinya yang juga seorang tenaga kesehatan atas dugaan perselingkuhan dengan sesama Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora


Menanggapi hal itu, Kepala Dinkesda Blora, Edi Widayat, mengatakan telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan pembentukan tim pemeriksa.


"Kami sudah menindaklanjuti, dengan membentuk tim pemeriksa.

Tim itu berasal dari gabungan beberapa OPD, di antaranya adalah Inspektorat, BKPSDM, Dinkesda, dan juga dari bagian hukum.

Siang ini SK Bupati terkait susunan tim pemeriksa itu sudah turun," jelasnya, Kamis (26/2/2026).


Lebih lanjut, Edi, menyampaikan tahapan selanjutnya yang dilakukan oleh tim pemeriksa setelah tim terbentuk yakni akan melakukan rapat terlebih dahulu.

Baca juga: Bu Dokter Selingkuh dengan Kepala Puskesmas di Blora Siap-siap, Tim Khusus Pemeriksa Sudah Dibentuk


"Ya dari tim pemeriksa akan rapat dahulu, untuk menentukan jadwal pemeriksaan.

Baik pelapor, dan dua orang terlapor akan kami panggil, dan kami periksa. Termasuk saksi-saksi," jelasnya.


Edi mengaku kecewa dengan adanya kabar dugaan perselingkuhan yang terjadi di lingkungan tenaga kesehatan di Blora.


"Iya kecewa, kami kecewa kalau memang itu terpenuhi.

Tapi semua kan masih dugaan ya, kita belum ada bukti.

Ya, kita masih tetap berdasar pada asas praduga tak bersalah," jelasnya.


Oleh karena itu, Edi menekankan kepada para ASN utamanya di lingkungan tenaga kesehatan untuk lebih mendalami lagi terkait hak, kewajiban, dan patuh pada kode etik.


"Harapan saya ya seorang ASN itu tahu hak, kewajiban, kode etiknya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved