Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

OTT KPK Bupati Pati

Ini Isi 3 Koper yang Diamankan KPK dari Rumah Riyoso Kepala DPUTR Pati

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah Riyoso, Kepala Dinas Pekerjaan Umum

Tayang:
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Mazka Hauzan Naufal
DIGELEDAH KPK - Kediaman Kepala DPUTR Pati, Riyoso, yang juga mantan Pj Sekda, digeledah oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (27/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • KPK menggeledah rumah Kepala DPUTR Pati selama 2,5 jam dan mengamankan tiga koper barang bukti.
  • Dokumen serta perangkat elektronik disita dari kediaman yang juga menjadi kantor notaris milik istrinya.
  • Riyoso tidak berada di lokasi saat penggeledahan karena disebut sedang menjalankan tugas dinas luar.

 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah Riyoso, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, pada Jumat (27/2/2026).

Penggeledahan berlangsung sekitar dua setengah jam di kediaman yang berlokasi di Desa Ngarus, Kecamatan Pati.

Proses penggeledahan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan berakhir kurang lebih pukul 16.30 WIB.

Dari pantauan di lokasi, tim penyidik terlihat keluar dari rumah tersebut dengan membawa tiga koper yang diduga berisi barang bukti.

KPK mengonfirmasi bahwa sejumlah dokumen serta perangkat elektronik diamankan dari rumah Riyoso.

Diketahui, rumah tersebut juga difungsikan sebagai kantor istrinya yang berprofesi sebagai notaris.

Riyoso sendiri sebelumnya pernah menjabat sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Pati.

Kaur Keuangan Desa Ngarus, Harto, membenarkan adanya kegiatan penggeledahan tersebut.

Baca juga: Mengenal Lampor, Mahluk Halus Legenda Jawa yang Disebut Culik Pria Purbalingga hingga ke Wonosobo

Ia mengaku sempat dihubungi Kepala Desa untuk mendampingi proses sebagai perwakilan lingkungan, namun baru tiba di lokasi pada sore hari.

"Informasinya tadi saya dengar dicari sama Kepala Desa.

Terus yang saya tahu setelah saya datang ke sini sudah ada petugas dari KPK dan didampingi oleh aparat penegak hukum," ujar Harto saat ditemui di lokasi.

Menurut Harto, penggeledahan telah berlangsung sebelum waktu asar.

Ia menerima panggilan dari Kepala Desa sekitar pukul 15.15 WIB untuk segera datang.

"Kurang lebih ya sebelum asar itu. Pak Inggi (Kepala Desa) menelepon saya itu tadi sekitar pukul 15.15 WIB," jelasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved