Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Cilacap

Waspada Bibit Siklon 90S di Samudra Hindia: Ancaman Gelombang Tinggi Mengintai Pesisir Cilacap

Bibit Siklon Tropis 90S terpantau terbentuk di Samudra Hindia dan berpotensi memicu gelombang tinggi di perairan selatan Jawa.

Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/Rayka Diah Setianingrum
Gelombang Tinggi - Sejumlah warga bermain air di kawasan pantai selatan Cilacap, Minggu (1/3/2026), meski BMKG memperingatkan adanya potensi gelombang tinggi dampak Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia. 

Ringkasan Berita:
  • BMKG memantau pembentukan Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia barat daya Lampung yang saat ini memiliki kecepatan angin maksimum 15 knot.
  • Meskipun peluang menjadi siklon tropis dalam 24-48 jam ke depan masih rendah, sistem ini didukung suhu muka laut yang hangat namun terhambat oleh faktor angin vertikal (wind shear).
  • Dampak tidak langsungnya memicu hujan lebat di Bengkulu, Lampung, dan Banten, serta potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 meter di perairan selatan Jawa termasuk Cilacap.

 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Bibit Siklon Tropis 90S terpantau terbentuk di Samudra Hindia dan berpotensi memicu gelombang tinggi di perairan selatan Jawa, termasuk wilayah Cilacap.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan bibit siklon tersebut terbentuk pada 27 Februari 2026 pukul 19.00 WIB di dalam wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.

“Berdasarkan analisis Minggu, 1 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi berada di sekitar 11,4 derajat Lintang Selatan dan 103,4 derajat Bujur Timur atau di Samudra Hindia barat daya Lampung,” ujar Teguh.

Baca juga: Banjir Bandang di Guci Dipengaruhi Aktivitas Siklon Tropis Luana

Ia menjelaskan, kecepatan angin maksimum yang terpantau saat ini mencapai 15 knot atau sekitar 27 kilometer per jam dengan tekanan udara minimum 1005 hPa.

“Dalam 12 jam terakhir aktivitas konvektifnya masih fluktuatif, sempat terbentuk awan konvektif dalam pada dini hari, namun pagi ini kembali melemah,” jelasnya.

Menurut Teguh, aktivitas konvektif dominan terjadi di bagian barat sistem, sementara di timur laut meluas hingga selatan Banten dan Jawa Barat akibat terbentuknya wilayah belokan angin dari sirkulasi lemah 90S.

Ia menambahkan, secara lingkungan atmosfer bibit siklon 90S didukung suhu muka laut yang hangat berkisar 28 hingga 30 derajat Celsius serta kelembapan udara yang cukup basah di lapisan bawah.

“Namun ada juga faktor penghambat seperti vertical wind shear kategori sedang hingga kuat dan suplai angin yang belum signifikan sehingga dalam 24 sampai 48 jam ke depan peluang menjadi siklon tropis masih rendah,” katanya.

BMKG memprakirakan dalam 24-48 jam ke depan intensitas bibit 90S cenderung persisten dengan kecepatan angin 15-20 knot dan bergerak perlahan ke arah timur.

“Dalam 72 jam ke depan ada potensi interaksi dengan sistem lain di sekitar perairan Australia utara atau selatan Nusa Tenggara yang bisa meningkatkan intensitasnya menjadi kategori peluang sedang,” terang Teguh.

Secara tidak langsung, bibit Siklon Tropis 90S berdampak pada peningkatan curah hujan sedang hingga lebat di Bengkulu, Lampung, dan Banten serta gelombang laut kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Samudra Hindia Barat Lampung, selatan Jawa, dan Selat Sunda bagian selatan.

Untuk wilayah Cilacap, Teguh mengingatkan adanya potensi gelombang laut tinggi di perairan selatan serta peluang hujan ringan hingga sedang dalam beberapa hari ke depan.

“Kami mengimbau nelayan dan masyarakat pesisir Cilacap untuk waspada terhadap peningkatan tinggi gelombang dan selalu memperbarui informasi cuaca dari BMKG,” pungkasnya.

Apa Itu Siklon 90S

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved