Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Luthfi Perintahkan Perbaikan Jalan Semarang-Godong Selesai H-7 Lebaran

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memerintahkan kepada DPUPR untuk menyelesaikan proyek perbaikan ruas jalan Semarang-Godong, pada H-7 Lebaran.

TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Selasa 3 Maret 2026 

TRIBUNJATENG, GROBOGAN - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memerintahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk menyelesaikan proyek perbaikan ruas jalan Semarang-Godong, pada H-7 Lebaran.

Jalur ini sebelumnya terputus akibat tanggul jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, pada 16 Februari lalu.

Proses perbaikan kini masih terus dilakukan meskipun terdapat kendala, yakni rembesan air dari sungai Tuntang.

"Harus selesai H-7 Lebaran. (Kendala) Diakali, penting sudah keras dan bisa dilewati," ujar Luthfi saat mengecek lokasi perbaikan jalan, Senin (2/3/2026).

Proses perbaikan jalan dikebut karena untuk melayani para pemudik yang diprediksi memasuki Jateng sebanyak 38,71 juta pemudik. 

Pada kesempatan itu, Luthfi memeriksa progress perbaikan jalan yang kini masih tahap proses pengerasan landasan beton. "Setelah di sini (Grobogan) selesai langsung geser ke jalan kabupaten yang jadi jalur alternatif," katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (DPUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro menyebut, progres pengerjaan jalan beton tersebut mencapai 75 persen.

Pihaknya menargetkan pengerjaan ini rampung H-7 Lebaran.

"Sebelum Lebaran sudah bisa kami buka lagi untuk aktivitas lalu lintas atau pergerakan dari Purwodadi sampai ke Semarang atau sebaliknya," bebernya.

Henggar menjelaskan, pengecoran beton nantinya akan memakan anggaran kurang lebih Rp 1,4 miliar.

Pengecoran tersebut sesuai dengan jumlah susunan beton yang rusak diterjang banjir, yakni ada 10 segmen. Setiap segmen memiliki panjang enam meter. 

"Panjang beton nanti sekitar 60 meter," katanya.

Proyek pengecoran jalan, diakui Henggar, tidak sesuai dengan rencana awal.

Penanganan jalan tersebut pada mulanya bakal mengandalkan jembatan armco.

Namun, niat itu dibatalkan karena setelah ditinjau ulang ternyata ada badan jalan lain yang konstruksinya sudah bergeser.

Selain itu, pemasangan jembatan armco dinilai mubazir karena ketika jembatan itu dipasang maka saat jalan mau dicor akan dibongkar kembali.

Agar tidak mengeluarkan biaya dua kali lipat, maka pihaknya memilih mengecor jalan itu seperti semula.

"Jembatan armco tidak jadi dipasang, tapi dilakukan penanganan permanen dengan pengecoran beton bertulang," tuturnya. (Iwan Arifianto)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved