Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jawa Tengah

Daftar Lima Jalur Pendakian Gunung Merbabu yang Kembali Buka Pertengahan Maret

Kabar gembira bagi pendaki gunung dan trail run di Jateng, pendakian Gunung Merbabu akan kembali di buka.

Penulis: Val | Editor: rival al manaf
IST
Jalur pendakian Gunung Merbabu. 

TRIBUNJATENG.COM – Kabar gembira bagi pendaki gunung dan trail run di Jateng, pendakian Gunung Merbabu akan kembali di buka.

Gunung Merbabu menjadi salah satu yang memiliki puncak eksotis di Jawa Tengah.

Medannya juga dilengkapi dengan padang sabana hingga bunga edelweis.

Dari puncaknya, menyaksikan kegagahan Merapi juga bisa mendapat view terbaik.

Baca juga: Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi Magelang di Kali Senowo, 3 Orang Tewas, 2 Hilang

Baca juga: Geger Fenomena Piringan Awan di Gunung Slamet Pemalang, Pertanda Musibah?

Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) mengumumkan pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Merbabu setelah sebelumnya ditutup sementara akibat cuaca ekstrem. 

Berdasarkan Pengumuman Nomor: PG.01/T.35/TU/HMS.01.8/B/02/2026, jalur pendakian kembali dibuka mulai 9 Maret 2026.

Dari lima jalur resmi, empat jalur akan dibuka lebih dahulu, yakni Selo, Thekelan, Cuntel, dan Suwanting.

Sementara jalur Wekas baru akan dibuka pada 16 Maret 2026.

Kepala Subbagian Tata Usaha BTNGMb, Nurpana Sulaksono, mengatakan jalur Suwanting juga akan ditutup sementara pada 19-22 Maret 2026.

"Kebetulan para mitra pengelola sedang merayakan hari raya Idulfitri," kata Nurpana dikutip tribunjateng.com dari Kompas.com, Rabu (4/3/2026).

Nurpana menjelaskan pembukaan kembali jalur pendakian tersebut telah melalui sejumlah pertimbangan, baik dari sisi keselamatan pengunjung maupun kelestarian ekosistem.

"Selain aspek ekologi, kami juga mempertimbangkan aspek sosial dalam melakukan pembukaan jalur pendakian," ungkap dia.

Ia menegaskan, setiap calon pendaki wajib melakukan pemesanan (booking) secara daring melalui laman resmi BTNGMb.

Selain itu, seluruh pengunjung diwajibkan mematuhi protokol wisata pendakian dan menjaga kelestarian kawasan taman nasional.

"Paling penting adalah kondisi kesehatan. Bagi pendaki yang memang memiliki gejala sakit atau riwayat sakit kami sarankan untuk menunda untuk tidak melakukan pendakian," jelasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved