Tribun Jateng Hari Ini
Akses Utama Banjarnegara-Dieng Putus
Badan jalan longsor sepanjang sekitar 50 meter, sehingga hanya menyisakan satu meter. Jembatan di ruas tersebut juga mengalami penurunan.
Penulis: Imah Masitoh | Editor: Vito
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Akses utama Banjarnegara menuju Dieng, yakni jalan kabupaten ruas Karangkobar-Batur di Desa Ratamba, Kecamatan Pejawaran, Banjarnegara, putus akibat gerakan tanah yang memicu longsor.
Longsoran tanah yang terjadi di beberapa titik membuat kendaraan tidak bisa melintas. Sementara, warga yang tinggal di sekitar lokasi menghadapi risiko serius terhadap keselamatan dan akses transportasi sehari-hari.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan tebing di bawah badan jalan ambles cukup dalam hingga membentuk jurang besar.
Sebagian jalan terlihat berada tepat di tepi longsoran, dengan material tanah dan batuan jatuh hingga ke aliran sungai di bawahnya.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Banjarnegara, Aji Piluroso mengatakan, sejak awal 2026, pihaknya telah melakukan pemantauan rutin untuk menilai kerusakan dan potensi risiko.
"Monitoring pertama pada 12 Februari 2026, menunjukkan sejumlah kerusakan signifikan," katanya, Jumat (6/3).
Di satu ruas, badan jalan longsor sepanjang sekitar 50 meter, sehingga hanya menyisakan satu meter. Jembatan di ruas tersebut juga mengalami penurunan pada bagian penopang atau abutment. Sementara, tebing jalan di dekat permukiman Dusun Kaliireng longsor sepanjang sekitar 300 meter.
"Longsoran ini sebenarnya sudah terjadi sejak Januari 2025, namun terus berkembang akibat hujan deras yang berulang," jelas Aji.
Pemantauan kedua pada 2 Maret 2026, Aji menyebut, kondisinya semakin kritis. Jalan di area longsor terparah kini sudah sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, dan satu tiang listrik terbawa longsor.
"Saat itu PLN sedang memindahkan jaringan listrik untuk mencegah risiko lebih lanjut," ujarnya.
Monitoring ketiga pada 4 Maret 2026, Aji menegaskan kondisi darurat, di mana jalan di lokasi longsor utama hanya menyisakan saluran air dan tidak dapat dilalui kendaraan apapun. Tiang listrik yang sudah dipindahkan tetap aman, meski kini jaraknya sekitar 7 meter dari tebing longsor.
Sementara, bagi masyarakat dan pengendara yang ingin menuju Dieng dari Banjarnegara, tersedia jalan alternatif melalui Wanayasa dan Pejawaran. "Jalan alternatif bisa, via Wanayasa, Pejawaran," terangnya.
Secara geologi, Aji menuturkan, Desa Ratamba terletak di perbukitan dengan kemiringan 20-35 derajat pada ketinggian sekitar 1.260 meter di atas permukaan laut.
"Tanah di daerah ini terdiri dari lapisan napal dan batulempung yang relatif rapuh, dengan sisipan pasir vulkanik, sehingga mudah tergerus saat hujan deras," bebernya.
Meski tidak berada di zona sesar aktif, dia menambahkan, longsoran sebelumnya menunjukkan adanya pelurusan patahan di wilayah Kaliireng pada Januari 2025, yang terus aktif terutama saat hujan deras melanda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260306_Longsor-di-Banjarnegara-jalan-akses-dieng-putus_1.jpg)