Berita Jateng
Waduh 2.440 Km Jalan Provinsi Jateng Setengahnya Tak Dilengkapi Penerangan Jalan
Dari total panjang jalan provinsi yang mencapai sekitar 2.440 kilometer, hampir separuh ruas jalan diketahui belum dilengkapi lampu
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
Ringkasan Berita:
- Hampir separuh dari 2.440 kilometer jalan provinsi di Jawa Tengah belum memiliki lampu penerangan jalan.
- Saat ini baru sekitar 15 ribu lampu terpasang, sementara kebutuhan masih kurang sekitar 19 ribu unit.
- Keterbatasan anggaran membuat penambahan lampu dilakukan bertahap dan mengandalkan kolaborasi dengan daerah serta pemerintah pusat.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Masalah penerangan jalan masih menjadi pekerjaan rumah besar di Provinsi Jawa Tengah.
Dari total panjang jalan provinsi yang mencapai sekitar 2.440 kilometer, hampir separuh ruas jalan diketahui belum dilengkapi lampu penerangan jalan.
Kondisi ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah Arief Djatmiko. Ia menyebut jumlah lampu penerangan jalan yang telah terpasang saat ini masih jauh dari kebutuhan ideal.
"Iya, kekurangannya 19 ribu, yang sudah kepasang 15 ribu. Jadi kebutuhannya memang baru terpenuhi 50 persen," katanya kepada Tribun selepas rapat koordinasi bertajuk 'Menjaga Kondusifitas Wilayah Jawa Tengah Sambut Hari Raya Idul Fitri 2026' di Gedung Grahadika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin (9/3/2026).
Menurut Djatmiko, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama dalam upaya menambah lampu penerangan jalan di wilayah kewenangan pemerintah provinsi.
Ia menjelaskan bahwa setiap tahun Dishub Jawa Tengah sebenarnya telah mengalokasikan anggaran untuk penambahan lampu jalan.
Namun dalam praktiknya, anggaran tersebut sering kali harus disesuaikan dengan prioritas pembangunan lainnya.
Baca juga: Misteri Sosok Firman, Jurnalis Harus Izinnya Jika Ingin Liputan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi
"Setiap tahun penambahan lampu kami anggarkan, tapi namanya anggaran ada prioritas sehingga sudah dinggarkan lalu bergeser ke prioritas yang lain," paparnya.
Pada tahun 2025, Dishub Jawa Tengah tercatat hanya mampu memasang sekitar 100 unit lampu penerangan jalan yang tersebar di jalur Pemalang hingga Purbalingga.
Sementara pada tahun 2026, penambahan lampu juga diperkirakan tidak terlalu signifikan.
Pemerintah provinsi hanya menganggarkan pemasangan sekitar 250 unit lampu baru.
Setiap titik pemasangan lampu membutuhkan biaya sekitar Rp20 juta.
Anggaran tersebut mencakup berbagai komponen, mulai dari pembelian lampu, tiang, hingga proses pemasangan dan pengecoran.
"Per lampu itu sekitar 20 juta, anggaran itu dari proses pemasangan, biaya lampu, tiangnya, terus kemudian pengecoran dan lain-lain," terangnya.
Dengan hitungan tersebut, total anggaran yang disiapkan untuk pemasangan 250 lampu pada tahun 2026 mencapai sekitar Rp5 miliar.
Ratusan lampu tersebut nantinya akan dipasang di berbagai wilayah kabupaten dan kota yang dinilai rawan kecelakaan atau memiliki tingkat penerangan rendah.
Untuk mengatasi kekurangan lampu penerangan jalan, Dishub Jawa Tengah juga melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota serta pemerintah pusat.
Djatmiko mengatakan pihaknya telah mengajukan bantuan penambahan lampu jalan melalui anggaran pemerintah pusat atau APBN.
Selain itu, pemerintah provinsi juga memberikan izin kepada pemerintah kabupaten/kota untuk memasang lampu di ruas jalan yang sebenarnya berada di bawah kewenangan provinsi.
Dishub Jawa Tengah juga mengoptimalkan peran kelompok masyarakat sadar keselamatan (KMSK) untuk membantu memantau kondisi fasilitas jalan, seperti rambu lalu lintas dan lampu penerangan.
"Kami juga meminta kepada masyarakat semisal melihat lampu mati bisa dilaporkan ke kami atau Dishub masing-masing Kabupaten-kota," terangnya. (Iwn)
| Gara-Gara Pinjol Rp50 Ribu, Ribuan Warga Jateng Gagal Punya Rumah Subsidi |
|
|---|
| Wagub Jateng Kawal Kasus Kekerasan Seksual di Pati, Jamin Pendidikan dan Pendampingan Hukum Korban |
|
|---|
| Siap Gaspol Zero ODOL 2027, Ahmad Luthfi: Truk Kelebihan Muatan Bikin Jalan Rusak dan Tanah Ambles! |
|
|---|
| Target Zero Odol 2027, Wacana Jembatan Timbang Kembali Mencuat |
|
|---|
| Pemprov Jateng Dukung Penuh Penerapan Zero ODOL 2027 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260306-_-Jalan-Lingkar-Kaliwungu-Kendal.jpg)