Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

OTT KPK Bupati Cilacap

"Ikuti Saja" Sekda Sadmoko Irit Bicara Ditanya OTT KPK di Cilacap

Sekda Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono irit berbicara seusai keluar dari Gedung Satreskrim Polresta Banyumas, Jumat (13/3/2026) sore.

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati
OTT KPK - Sekda Kabupaten Cilacap Sadmoko Danardono berjalan cepat keluar Gedung Satreskrim Polresta Banyumas ke masjid untuk salah ashar, Jumat (13/3/2026). Sadmoko menjadi salah satu pejabat Pemkab Cilacap yang digiring penyidik KPK saat OTT. 

Ringkasan Berita:
  • Sekda Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono menjadi satu dari pejabat Pemkab Cilacap yang ikut terjaring dalam OTT KPK pada Jumat (13/3/2026).
  • Pada OTT KPK, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman diduga menerima penghasilan (fee) dari proyek di Lingkungan Pemkab Cilacap.
  • Bupati beserta pejabat lainnya akan dibawa ke Gedung Merah Putih Jakarta pasca pemeriksaan awal di Polresta Banyumas. 

 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Sekda Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono irit berbicara seusai keluar dari Gedung Satreskrim Polresta Banyumas pada Jumat (13/3/2026) sore.

Dia terpantau keluar gedung dengan beberapa kepala OPD menuju masjid di Kompleks Kantor Polresta Banyumas untuk menjalankan salat ashar.

Saat ditanya terkait OTT KPK, Sadmoko sekadar menyampaikan akan mengikuti seluruh prosesnya.

"Ikuti saja," ucapnya.

Selain Sekda, beberapa pejabat yang terlihat adalah Kepala Diskominfo Buddy Haryanto, Kepala Dispermades Heru Kurniawan, Kepala DPKUKM Oktrivianto Subekti, dan Kepala Dinsos Ichlas Riyanto.

Dari beberapa pejabat itu, belum ada satupun yang memberikan komentar. 

Baca juga: Wabup Ammy Tak Tahu Ada OTT KPK di Cilacap: Masih Simpang Siur

Hartono Sopir Bus Mengira Rombongan Acara Bukber, Ternyata Pejabat Pemkab Cilacap Hasil OTT KPK

Klaim Simpang Siur

Terpisah, Wakil Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya mengklaim belum mengetahui secara pasti terkait informasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Cilacap, Jumat (13/3/2026).

Dia menyebut baru mendengar kabar adanya kegiatan KPK di Cilacap, namun belum dapat memastikan apakah kegiatan tersebut merupakan OTT atau sekadar pemeriksaan.

"Belum tahu, apakah OTT atau baru diperiksa," kata Ammy, Jumat (13/3/2026) malam. 

Ammy juga belum mendapat informasi pasti apakah Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rahman ikut terjaring dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, informasi yang beredar hingga saat ini masih simpang siur.

"Masih simpang siur. Saya masih di kereta api, perjalanan ke Cilacap," ujarnya. 

Bus Pengangkut Pejabat Pemkab Cilacap

Bus pariwisata berwarna kuning itu melaju dari Kabupaten Cilacap menuju Purwokerto Kabupaten Banyumas pada Jumat (13/3/2026) siang. 

Di balik kemudinya, Hartono, sopir asal Kabupaten Purbalingga ini sama sekali tidak menyangka rombongan penumpang yang diangkutnya ternyata berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved