Tribun Jateng Hari Ini
Harga Cabai Setan Bisa Tembus Capai Rp 120 Ribu/kg saat Lebaran
Harga cabai setan berpotensi meningkat lagi di atas Rp 100.000 menjelang Lebaran tiba, dan dikhawatirkan hingga Rp 120 ribu/kg saat Lebaran.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Vito
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Jepara kembali melambung sepekan menjelang Lebaran.
Di awal Ramadan lalu, harga cabai setan mentok di angka Rp 80 ribu/kg. Kini, harga komoditas itu meroket hingga menembus Rp 100 ribu/kg.
Pedagang bumbu dapur di Pasar Jepara 1, Noor Sa'adah mengatakan, kenaikan tertinggi cabai setan terjadi dalam 3 hari terakhir.
Menurut dia, kenaikan harga komoditas itu berlangsung sepanjang Ramadan secara bertahap. Bahkan, harga cabai rawit merah di Pasar Jepara tidak pernah turun sejak awal Ramadan.
Ia menyebut, harga cabai setan berpotensi meningkat lagi di atas Rp 100.000 menjelang Lebaran tiba, dan dikhawatirkan tak terbendung hingga Rp 120 ribu/kg saat Lebaran.
"Sekarang kulakannya saja Rp 90 ribu, sudah mahal. Enggak berani kulakan banyak-banyak, khawatir enggak laku dan busuk," katanya, Jumat (13/3).
Noor setiap harinya kini hanya menyetok cabai rawit merah maksimal 1 kg, sementara stok cabai jenis lain masih relatif sama, lantaran harga jualnya tidak melonjak tajam.
Cabai rawit putih dijual Rp 30 ribu/kg, cabai rawit hijau Rp 40 ribu-Rp 50 ribu per kilogram, dan cabai keriting Rp 35 ribu/kg.
"Nggak ada yang beli cabai setan langsung 1 kilogram, semua belinya ketengan, paling Rp 5.000, Rp 10.000. Ada yang beli ons, mentok-mentok beli seperempat kilogram," bebernya.
Di Semarang
Adapun, harga cabai rawit di Kota Semarang pun sudah tergolong tinggi, bahkan sempat menyentuh Rp 90 ribu/kg.
“Sekarang Rp 85 ribu per kilogram. Kemarin sempat sampai Rp 90 ribu,” kata satu pedagang di Pasar Johar Semarang, Yuliadi.
Menurutnya, harga cabai rawit sempat turun tipis setelah ada panen dari daerah pemasok seperti Temanggung. Namun, penurunan itu belum signifikan, karena pasokan masih terbatas.
Ia menyebut, naik turunnya harga cabai sangat bergantung pada kondisi panen petani. Jika produksi melimpah dan banyak cabai yang dipetik, harga cenderung turun.
Sebaliknya, ketika panen sedikit, harga kembali naik karena stok di pasar menipis. “Kalau panennya banyak ya harga turun. Kalau kosong atau sedikit ya naik lagi,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260313_Pedagang-cabai-di-Pasar-Jepara-1-Noor-Saadah_1.jpg)