Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mudik Gratis

Organda Semarang Khawatir Program Mudik Gratis Gerus Pendapatan Pengusaha Bus

Menjelang arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 2026, berbagai persiapan mulai dilakukan pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat.

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/budi susanto
MELINTAS - Sejumlah kendaraan umum baik muatan barang maupun penumpang melintas di jalur penghubung Jawa Tengah - Jawa Timur tepatnya di Palur Sragen, Jumat (13/3/2026). Kondisi jalur tersebut kini dalam kondisi baik karena telah dilakukan peningkatan. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menjelang arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 2026, berbagai persiapan mulai dilakukan pemerintah untuk memfasilitasi masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman. Salah satu program yang kembali digelar adalah mudik gratis.

Program ini memang disambut baik oleh banyak kalangan karena dinilai membantu masyarakat menghemat biaya perjalanan. 

Namun di balik itu, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Semarang menyimpan kekhawatiran lain.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan di Tol Cipali, Dua Orang Terjepit!

Baca juga: Takbiran Pakai Sound Horeg Dilarang di Kudus

Organda menilai program mudik gratis berpotensi berdampak pada pendapatan para pengusaha angkutan umum, khususnya bus, yang selama ini mengandalkan momentum Lebaran sebagai masa panen penumpang.

Sekretaris Organda Semarang, Suyatmin, mengatakan pihaknya tetap mendukung upaya pemerintah dalam memberikan fasilitas bagi masyarakat yang hendak mudik. 

Meski demikian, pihaknya berharap program tersebut tetap memperhatikan keberlangsungan usaha transportasi yang telah beroperasi secara reguler.

Menurutnya, para pengusaha angkutan selama ini melayani masyarakat setiap hari, dan musim mudik Lebaran menjadi salah satu periode penting untuk menutup biaya operasional yang cukup besar.

Di sisi lain, Organda juga mengingatkan para pengusaha angkutan, baik barang maupun penumpang, agar meningkatkan kewaspadaan menjelang musim mudik Lebaran. 

Hal ini menyusul masih maraknya kecelakaan transportasi umum, khususnya bus, yang terjadi saat arus mudik maupun arus balik.

“Armada harus benar-benar dicek, termasuk melalui ramp check untuk memastikan kelayakan kendaraan,” kata Suyatmin kepada Tribun Jateng, Sabtu (14/3/2026).

Ia menambahkan, keselamatan perjalanan tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan, tetapi juga kesiapan pengemudi. 

Karena itu, pemeriksaan kesehatan fisik dan mental sopir juga menjadi hal yang penting.

“Setelah armada dipastikan layak jalan, pengemudi juga harus dalam kondisi sehat, baik fisik maupun mental. Jangan sampai karena kelelahan atau alasan lain, pengemudi justru menggunakan obat-obatan terlarang yang sifatnya memacu stamina,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Organda Kota Semarang, Bambang Pranoto Purnomo, mengatakan pihaknya juga telah mengikuti roadmap atau agenda persiapan mudik Lebaran yang digelar Satlantas Polrestabes Semarang bersama sejumlah pemangku kepentingan.

Dalam forum tersebut, berbagai langkah antisipasi dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat selama masa mudik berlangsung aman dan nyaman.

Namun Bambang menilai, di tengah upaya tersebut, pemerintah juga perlu memperhatikan dampak program mudik gratis terhadap pelaku usaha transportasi.

Ia menjelaskan, bagi pengusaha bus, periode Lebaran merupakan momen penting karena biasanya terjadi lonjakan jumlah penumpang yang signifikan. 

Pendapatan pada masa tersebut kerap menjadi penopang bagi operasional usaha transportasi sepanjang tahun.

“Program ini tentu menunjukkan kepedulian pemerintah, tetapi secara tidak langsung juga bisa mengurangi pendapatan pengusaha angkutan penumpang. Padahal mereka melayani masyarakat setiap hari, dan momentum Lebaran biasanya menjadi masa panen bagi usaha transportasi,” ungkap Bambang.

Karena itu, Organda berharap program mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah, baik melalui BUMN maupun Polri, dapat melibatkan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) yang sudah beroperasi.

Menurut Bambang, langkah tersebut dapat menjadi solusi agar program mudik gratis tetap berjalan, sekaligus tidak merugikan pelaku usaha transportasi yang selama ini menjadi tulang punggung layanan angkutan darat.

“Harapan kami, BUMN maupun Polri yang menyelenggarakan mudik gratis bisa menggunakan bus AKAP atau AKDP yang sudah berjalan, sehingga tidak mengurangi pendapatan para pengusaha yang setiap tahun mengandalkan momen mudik sebagai masa panen,” imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved