Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Ponimin Pilih Mudik pada Hari Senin demi Hindari Macet 

Arus pemudik dari arah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat mulai memasuki wilayah Jawa Tengah, pada Senin (16/3/2026).

TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng hari Ini Selasa 17 Maret 2026 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Arus pemudik dari arah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat mulai memasuki wilayah Jawa Tengah, pada Senin (16/3/2026).

Dari tiga pintu keluar-masuk atau gerbang tol (GT) di wilayah Brebes, GT Pejagan masih menjadi titik favorit bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi untuk keluar dari jalan tol. 

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah pemudik yang menuju kota-kota di wilayah selatan Jawa Tengah, seperti Banyumas, Cilacap, hingga Kebumen lebih memilih keluar melalui GT Pejagan.

Jalur tersebut dinilai lebih dekat untuk melanjutkan perjalanan menuju wilayah Banyumas Raya. 

Sementara itu, pemudik yang memiliki tujuan ke wilayah Brebes dan Kota Tegal cenderung memilih keluar melalui GT Brebes Barat dan GT Brebes Timur, yang dikenal dengan sebutan Brexit.

Di kedua gerbang tol tersebut, arus kendaraan yang keluar menuju jalur pantura terpantau relatif lengang. 

Kondisi berbeda terlihat di GT Pejagan, dengan arus kendaraan yang keluar dari tol tampak lebih padat.

Bahkan sesekali terjadi antrean kendaraan cukup panjang, terutama di gardu transaksi yang melayani pengisian ulang saldo uang elektronik (e-toll). 

Salah seorang pemudik asal Jakarta yang hendak menuju Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kusnandar, mengaku harus melakukan pengisian ulang saldo e-toll saat keluar di gerbang tol tersebut.

“Dari Jakarta, iya tadi saldo kurang. Ini tadi top-up Rp 100 ribu,” kata Kusnandar saat ditemui di GT Pejagan. 

Meski demikian, Kusnandar mengatakan perjalanan dari Jakarta menuju Brebes yang ia tempuh sejak dini hari berjalan cukup lancar tanpa hambatan berarti.

“Lumayan lancar. Ramai, tapi belum terlalu padat,” ujarnya.

Volume kendaraan yang keluar dari GT Pejagan didominasi mobil pribadi, kendaraan travel, serta bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang datang dari wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Kepadatan mulai terlihat ketika kendaraan mendekati gerbang tol untuk melakukan transaksi. 

Untuk mengantisipasi antrean panjang, sejumlah petugas dari pengelola Tol Kanci–Pejagan juga disiagakan di sekitar gardu tol untuk membantu pengendara yang mengalami kekurangan saldo e-toll dengan menyediakan layanan pengisian ulang.

Sementara itu, petugas gabungan dari TNI-Polri  juga terlihat berjaga di sekitar exit tol untuk pengamanan selama mudik Lebaran.

Kalikangkung

Di sisi lain, arus kendaraan pemudik yang melintas di GT Kalikangkung, Kota Semarang, mulai menunjukkan peningkatan.

Dalam kurun waktu 24 jam, tercatat puluhan ribu kendaraan melintas di pintu tol yang menjadi salah satu gerbang utama menuju wilayah Jawa Tengah tersebut. 

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah kendaraan roda empat yang keluar melalui GT Kalikangkung menuju arah Semarang maupun Solo, pada Senin (16/3/2026) dini hari, bergerak fluktuatif.

Pada pukul 00.00–01.00 tercatat 856 kendaraan keluar dari gerbang tol tersebut, pukul 01.00–02.00 817 kendaraan, dan pukul 02.00–03.00 906 kendaraan.  

Kapospam Gerbang Tol Kalikangkung, AKP Dimas Arief Wicaksono mengatakan, pada pukul 03.00–04.00 jumlah kendaraan yang melintas melalui GT Kalikangkung tercatat 705 kendaraan, pukul 04.00–05.00 menurun menjadi 691 kendaraan, dan pukul 05.00–06.00 878 kendaraan.

“Total kendaraan yang melintas 33.608 unit,” ujar Dimas. 

Untuk mengantisipasi potensi kepadatan di pintu keluar tol tersebut, Jasa Marga Semarang–Batang mengoperasikan total 17 gardu tol.

Gardu tersebut terdiri atas 8 gardu utama dan 9 gardu tambahan atau gardu satelit.

Langkah ini dilakukan guna memperlancar arus kendaraan, terutama menjelang puncak arus mudik Lebaran. 

Rest area

Sementara itu, sejumlah pemudik memanfaatkan Rest Area KM 429A ruas Tol Ungaran-Bawen, Kabupaten Semarang, untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halaman, Senin (16/3/2026).

Mobil pribadi dan travel terlihat keluar masuk area parkir, sementara para pemudik memanfaatkan fasilitas untuk makan, menuju toilet, mengisi bahan bakar, hingga sekadar melepas lelah setelah menempuh perjalanan jauh.

Salah satu pemudik, Ponimin mengaku, perjalanan mudiknya dari Tangerang relatif lancar.

Ia berangkat bersama keluarganya sekira pukul 04.00 dari Tangerang tujuan Sukoharjo.

Ia tiba di Rest Area KM 429A ruas Tol Ungaran-Bawen, pada pukul 10.00. Artinya, menghabiskan waktu enam jam dari Tangerang hingga Ungaran.

"Sepanjang jalan relatif sepi. Cuma, di Cibitung sempat agak padat tapi masih lancar," ujar Ponimin.

Dia menyebut, Rest Area KM 429 A menjadi tempat singgah kedua dalam perjalanannya.

Sebelumnya, ia sempat berhenti untuk salat subuh seusai keluar dari Gerbang Tol Cikampek.  

"Istirahat paling lama 30 menit," jelasnya.

Ponimin sengaja memilih berangkat, pada hari Senin, agar perjalanan lebih nyaman dan lancar dibandingkan akhir pekan yang biasanya dipadati kendaraan pemudik.

"Libur (kerja) sebenarnya sudah dari kemarin, tapi saya pilih hari yang agak sepi (untuk berangkat mudik). Kalau weekend biasanya padat. Yang penting perjalanan lancar, daripada capek di jalan," ujarnya.

Pemudik lainnya, Nur Laila, yang juga melakukan perjalanan dari Tangerang dengan tujuan Pamekasan, Madura, juga merasakan hal serupa.

Ia mudik menggunakan mobil travel bersama keluarganya.

Ia menyebut perjalanan mudiknya berlangsung lancar tanpa kemacetan.

"Alhamdulillah lancar. Berangkat dari Tangerang pukul 12 malam. Ini sudah dua kali istirahat, pertama di Cawang, lalu di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Kaposyan Rest Area KM 429 Tol Ungaran-Bawen, Ipda Setyo Wibowo mengatakan, kondisi rest area hingga saat ini masih terpantau landai.

Daya tampung parkir dinilai masih mencukupi untuk menampung kendaraan pemudik yang singgah.

Kapasitas parkir di rest area tersebut berkisar sekitar 400 kendaraan.

Jumlah tersebut berkurang hampir separuh dari sebelumnya karena sebagian area digunakan untuk pendirian tenda pelayanan bagi pemudik.

"Suasana di rest area ini masih landai. Daya tampung parkiran masih mencukupi," ujarnya. (Eka Yulianti Fajlin/Kompas.com) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved