Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jawa Tengah

Libur Lebaran 2026, Timbulan Sampah di Jateng Diprediksi Capai 8.850 Ton Per Hari

Lebaran 2026, timbulan sampah di Jawa Tengah diprediksi bakal meningkat sebanyak 8.850 ton per hari. 

Penulis: iwan Arifianto | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUN JATENG/iwan Arifianto
PEMUDIK - Para pemudik asal Jawa Tengah hendak kembali ke kampung halaman dari Jakarta, Senin (16/3/2026) dan Selasa (17/3/2026). Pemprov Jateng memperkirakan ada 17,7 juta pemudik masuk wilayahnya yang berarti potensi timbulan sampah mencapai 8.850 ton per hari. (DOK. PEMPROV JATENG) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Selama masa mudik Lebaran 2026, timbulan sampah di Jawa Tengah diprediksi bakal meningkat sebanyak 8.850 ton per hari. 

Angka ini muncul dari hitungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, yang memperkirakan timbulan sampah per orang di Jateng mencapai 0,5 kilogram.

Sementara data dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan jumlah pemudik yang masuk ke Jateng diprediksi di angka 17,7 juta orang.

Baca juga: Arus Mudik 2026: Pemudik Motor Keluhkan Jalan Jateng Gelap dan Bergelombang

"Prediksi angka pemudik segitu (17,7 juta orang) maka tinggal dikalikan 0,5 kilogram (hasilnya 8.850 ton per hari). Angka itu merupakan jumlah timbulan sampah per hari selama Lebaran 2026," ujar Kepala DLHK Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto kepada Tribun, Kamis (19/3/2026).

Melihat potensi timbulan sampah  tersebut, Widi meminta seluruh DLH di 35 Kabupaten/kota di Jawa Tengah harus mempersiapkan penanganan sampah.

Widi belum bisa merinci kabupaten/kota yang menjadi potensi paling besar timbulan sampah di Jateng.

Ia hanya mengingatkan semua daerah agar bersiaga.

"Ya operasional penanganan sampah ada di tangan DLH Kabupaten/kota, kami hanya mengkoordinir mereka untuk fokus penanganan timbulan sampah selama Lebaran," jelasnya.

Tidak hanya kepada pemerintah kabupaten/ kota, Widi meminta pula kepada pengelola stasiun, pelabuhan, bandara dan rest area tol, terminal dan tempat yang dilalui pemudik agar pengelolaan sampah diselesaikan tempat tersebut.

Pengelolaan itu dilakukan dengan memilah sampai organik dan anorganik. Kemudian, sampah organik harus diolah kembali menjadi kompos.

"Ya pengelola tempat itu harus melakukan pengelolaan sampah dengan baik," ujarnya.

Sementara bagi pemudik, Widi memberikan imbauan supaya bisa mengurangi penggunaan plastik.

Hal itu dilakukan dengan membawa tumbler dan tempat makan boks.

"Ya langkah ini untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai selama mudik Lebaran," terangnya. (Iwn)

Baca juga: Link Live Streaming Sidang Isbat 1 Syawal 1447 Idulfitri 2026

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved