Mudik 2026
Andalkan Google Maps, Pemudik Justru Tersesat di Hutan Pemalang
Niat memangkas waktu tempuh saat mudik, justru berujung pengalaman menegangkan bagi Arif Irawan (37).
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Niat memangkas waktu tempuh saat mudik, justru berujung pengalaman menegangkan bagi Arif Irawan (37). Bersama istri dan anaknya, ia tersesat di kawasan hutan Desa Parunggalih, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, setelah mengikuti petunjuk aplikasi peta digital, Minggu (22/3/2026) malam.
Perjalanan mudik Arif yang berangkat dari Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas menuju Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan itu berubah dramatis saat ia memilih jalur alternatif melalui Desa Pabuaran, Kecamatan Bantarbolang.
Jalur tersebut dipilih, karena dinilai lebih singkat sekitar 4 kilometer dibandingkan jalur utama.
Namun, keputusan tersebut justru membawa Arif dan keluarganya masuk ke kawasan hutan dan perbukitan yang menghubungkan Desa Parunggalih menuju Desa Jatiroyom. Kondisi semakin sulit, ketika hujan turun dan membuat jalan tanah menjadi licin serta berlumpur.
"Saat hendak putar balik, sepeda motor kami justru selip karena jalan berlumpur," ujar Arif, Senin (23/3/2026).
Dalam kondisi terjebak di tengah hutan, Arif kemudian menghubungi layanan darurat 110. Beruntung, sinyal telepon masih tersedia sehingga laporan dapat segera diterima oleh pihak kepolisian.
Atas bantuan tersebut, Arif mengaku bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polsek Bodeh yang telah sigap memberikan pertolongan.
"Terima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah membantu kami hingga bisa sampai tujuan dengan selamat,' ucapnya.
Kapolsek Bodeh Iptu Santosa mengatakan, pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan tersebut.
"Setelah menerima laporan melalui 110, kami segera menuju lokasi untuk mengevakuasi saudara Arif bersama istri dan anaknya," kata Iptu Santosa.
Petugas, akhirnya berhasil menemukan korban dan mengevakuasi mereka ke rumah perangkat desa setempat di Desa Parunggalih untuk beristirahat.
Sementara itu, proses evakuasi motor dilakukan secara gotong royong bersama warga karena kondisi medan yang sulit.
"Jalan berlumpur dan kontur perbukitan membuat proses evakuasi cukup berat, namun akhirnya sepeda motor berhasil kami keluarkan," jelasnya.
Setelah kondisi dinilai aman, petugas kemudian mengantarkan Arif dan keluarganya hingga tiba di rumah tujuan mereka di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. (Dro)
| Barang Pemudik Senilai Rp 110 Juta Tertinggal di KAI Purwokerto |
|
|---|
| Arus Balik Masih Terasa, 2.000 Kendaraan per Jam Padati Gerbang Tol Banyumanik Semarang Hari Ini |
|
|---|
| Hari Terakhir Libur Lebaran 2026, Stasiun Pekalongan Masih Diserbu Ribuan Pemudik |
|
|---|
| Arus Balik Hari Terakhir Libur Lebaran, 62.053 Penumpang Padati KAI Daop 4 |
|
|---|
| Puncak Arus Balik Gelombang Kedua, One Way Jalan Tol Semarang Batang Diperpanjang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/EVAKUASI-PEMUDIK-Petugas-Polsek-Bodeh.jpg)