Berita Jateng
Ojol dan Pedagang Kaki Lima Asal Jateng Bisa Berhemat Ikut Program Balik Rantau Gratis
Ribuan perantau asal Jawa Tengah (Jateng) mengikuti program Balik Rantau Gratis yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ribuan perantau asal Jawa Tengah (Jateng) mengikuti program Balik Rantau Gratis yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng .
Ribuan warga tersebut berangkat kembali ke tanah rantau di Jakarta menggunakan 84 armada bus kapasitas penumpang 4.181 orang dan empat gerbong kereta api yang mengangkut 320 penumpang.
Titik pelepasan para perantau ini dilakukan di tiga lokasi meliputi Asrama Haji Donohudan Boyolali, Terminal Mangkang Semarang dan Terminal Bulupitu Banyumas, Sabtu (28/3/2026).
Untuk pelepasan perantau di Boyolali dilepas secara langsung oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Sementara di Terminal Mangkang oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno.
Peserta Balik Rantau Gratis, Sunaryo (49) mengaku, senang bisa kembali ke tanah rantau lewat program gratis ini.
Ia yang merupakan pedagang kaki lima di daerah Pondok Gede, Jakarta itu bisa menghemat uang Rp650 ribu.
"Lumayan bisa hemat," ujar pria asal Sragen itu saat ikut program Balik rantau Gratis yang berangkat dari Boyolali.
Peserta Balik Rantau Gratis, Lebaran Febri Arino (37) menjelaskan, melalui program ini bisa hemat sebesar Rp3 juta.
Pria asal Tawamangu itu mengungkap, berangkat ke Jakarta bersama tiga orang anggota keluarganya.
Baca juga: Pemuda Asal Bandungan Meninggal Tenggelam Saat Berlibur di Rawa Pening
"Ya tiketnya saja bisa sampai Rp500 ribu per orang, belum kebutuhan di jalan lainnya, jadi kira-kira bisa hemat Rp3 juta," ucap pekerja ojek online di Jakarta itu.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, program balik rantau gratis merupakan lanjutan dari program mudik gratis. Program ini menyasar para warga Jateng yang bekerja di JAkarta dan sekitarnya.
Syarat utama penerima program ini merupakan warga pekerja informal seperti ojol, pedagang asongan, buruh proyek dan lainnya.
"Ya bantuan dari kami ini kecil, tapi setidaknya bisa bermanfaat bagi warga Jateng yang jadi perantau," terangnya selepas para pemudik secara simbolis di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Sabtu (28/3/2026).
Kepada para pemudik, Luthfi berpesan agar tetap bekerja keras di tanah perantauan.
"Ya warga Jateng itu memiliki karakter pekerja keras, sopan dan toleran," paparnya.
Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno mengatakan, program mudik dan balik gratis yang diselenggarakan Pemprov Jateng merupakan kepedulian bagi warga Jateng di tanah rantau.
"Selain bisa berhemat, perantau bisa bertemu dengan keluarganya di kampung halaman yang akhirnya lebih membuat mereka semangat bekerja di tanah rantau," tuturnya. (Iwn)
Tribunjateng.com
gubernur jateng Ahmad Luthfi
Balik Rantau Gratis
Pemprov Jateng
Muh Radlis
Iwan Arifianto
| Investasi Rp15 Triliun Masuk Jateng, Industri Kendaraan Listrik Bakal Serap 10 Ribu Tenaga Kerja |
|
|---|
| Wagub Jateng Tegaskan Komitmen Jaga Kualitas Kerukunan Umat Beragama |
|
|---|
| Taj Yasin Jadi Responden Pertama Sensus Ekonomi 2026, Ajak Warga Sambut Petugas BPS |
|
|---|
| Jejak Terakhir Nuri Eks Kiper Timnas U-23, Terakhir Minta diturunkan di Magelang |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Minggu 14 Juni 2026: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260329_Ahmad-Luthfi-2.jpg)