Wisata
Kunjungan Wisata ke Batang Selama Lebaran 2026 Menurun Hingga 10 Persen
Kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi di Kabupaten Batang selama libur Lebaran 2026 mengalami penurunan.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi di Kabupaten Batang selama libur Lebaran 2026 mengalami penurunan.
Berdasarkan pemantauan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora), penurunan diperkirakan mencapai sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menyampaikan bahwa penurunan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat serta durasi libur Lebaran tahun ini yang lebih singkat dibandingkan tahun sebelumnya turut berdampak pada mobilitas wisatawan.
Baca juga: Dinbudpar Brebes Sukses Gaet 26.630 Wisatawan Selama Libur Lebaran
Baca juga: Pengelola Objek Wisata Baturraden Banyumas Evaluasi Jumlah Wisatawan Anjlok
“Banyak faktor, mulai dari ekonomi hingga keterbatasan libur Lebaran yang tidak seperti tahun lalu,” kata Bupati Batang kepada Tribunjateng, Rabu (1/4/2026).
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Batang telah berupaya mendorong pergerakan wisata lokal melalui kebijakan edaran agar kegiatan wisata pelajar, khususnya tingkat sekolah dasar, diprioritaskan di dalam wilayah Kabupaten Batang.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Disparpora Batang, Maskun, mengungkapkan bahwa tren kunjungan tidak merata di seluruh objek wisata.
Beberapa destinasi justru mengalami peningkatan, terutama yang menghadirkan konsep baru dan inovatif.
“Seperti di Kembang Langit, kunjungannya cukup meningkat. Sementara beberapa tempat lain seperti Kailah Hill, Pagilaran, hingga Waikambang cenderung sepi atau menurun,” kata Maskun.
Destinasi baru seperti The Nice Line justru menjadi magnet wisatawan selama libur Lebaran tahun ini.
Kehadiran konsep wisata yang segar dinilai mampu menarik minat pengunjung, berbeda dengan objek wisata lama yang mulai mengalami kejenuhan.
Menurut Maskun, fenomena ini menunjukkan bahwa wisatawan cenderung mencari pengalaman baru.
“Biasanya kalau ada tempat baru, pasti ramai. Tapi kalau sudah lama tanpa inovasi, pengunjung bisa jenuh dan beralih ke tempat lain,” ucapnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas fasilitas dan inovasi menjadi kunci untuk menjaga daya tarik wisata.
Selain itu, strategi promosi juga perlu diperkuat agar mampu menjangkau lebih banyak wisatawan.
| Potret Benteng Pendem Ambarawa, Dari Penjara Kelam Jadi Kota Ala Eropa |
|
|---|
| 3 Rekomendasi Destinasi Wisata di Banyuwangi, Bukan Hanya Kawah Ijen |
|
|---|
| Rekomendasi Wisata di Jepara Selain Pantai, Ada Air Terjun Wadung Kecemplung |
|
|---|
| Rekomendasi Wisata Susur Sungai di Wonosobo Jawa Tengah, Ada River Tubing Hingga Arung Jeram |
|
|---|
| Potret Indahnya Wisata Seribu Batu Semliro Desa Rahtawu Kudus Suguhkan Pemandangan Seperti Swiss |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260401_Wisata-di-Batang.jpg)