Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Umat Katolik Batang Rayakan Paskah, Carolus Berlatih 2 Minggu Perankan Jalan Salib

Umat Katolik Batang merayakan Hari Paskah dengan penuh khidmat melalui rangkaian Pekan Suci yang berlangsung di Gereja Paroki Santo Yusup Batang

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Tito Isna Utama
PASKAH DI BATANG - Suasana perjalanan salib perayaan Paskah yang di adakan di Gereja Paroki Santo Yusup Kabupaten Batang.  

TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Umat Katolik di Kabupaten Batang merayakan Hari Paskah dengan penuh khidmat melalui rangkaian Pekan Suci yang berlangsung di Gereja Paroki Santo Yusup Batang.

Momentum ini menjadi waktu refleksi mendalam atas wafat dan kebangkitan Yesus Kristus, sekaligus memperkuat nilai-nilai iman dan kemanusiaan.

Koordinator Liturgi gereja, Yohanes Caesar Kriswanto Priatmaja, menjelaskan bahwa rangkaian Paskah telah dimulai sejak Minggu Palma sebagai penanda masuknya Pekan Suci.

“Iya, jadi dalam Gereja Katolik kita mulai dari minggu kemarin, Minggu Palma. Lalu hari ini Jumat Agung memperingati wafat Yesus, kemudian besok malam tirakatan kebangkitan, dan puncaknya Hari Raya Paskah pada hari Minggu,” kata Yohanes kepada Tribunjateng, Jumat (3/4/2026). 

Baca juga: Daftar Harga Bahan Bakar Minyak BBM Terbaru Jumat 3 April 2026, Jateng dan Seluruh Indonesia

Satu di antara agenda yang menjadi perhatian umat adalah prosesi Jalan Salib yang digelar pada Jumat Agung. 

Tahun ini, Jalan Salib dikemas lebih hidup dengan menghadirkan mini tablo, yakni adegan visual yang diperagakan oleh para pemeran.

“Jalan Salib ini untuk mengenangkan peristiwa Yesus sejak ditangkap hingga wafat dan dimakamkan,” ucapnya. 

Peragaan Jalan Salib tersebut melibatkan umat, satu di antara pemuda gereja yaitu Carolus Hero (19), yang dipercaya memerankan sosok Yesus. 

Dia mengaku melakukan persiapan selama satu hingga dua minggu, termasuk latihan bersama Romo dan tim liturgi.

“Ini pertama kali saya memerankan Yesus. Saya berusaha mendalami peran dan merasakan penderitaan Yesus,” kata Carolus. 

Dalam peragaan tersebut, Carolus harus menjalani adegan jatuh hingga tiga kali saat memanggul salib. 

Adegan itu bukan sekadar simbolik, melainkan dilakukan secara nyata sebagai bentuk penghayatan.

“Karena Yesus memanggul salib itu berat, seperti memanggul dosa manusia. Jadi ada momen jatuh berkali-kali sampai tiga kali,” jelasnya.

Tak hanya persiapan teknis, Carolus juga mengandalkan kekuatan doa sebagai bentuk kesiapan batin dalam memerankan sosok sentral dalam iman Kristiani tersebut.

Perayaan Paskah tahun ini juga membawa pesan yang lebih luas.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved