Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Rel Antara Stasiun Karangjati dan Stasiun Gubug Terendam Lagi

Perjalanan KA antara Stasiun Karangjati dan Stasiun Gubug, Kabupaten Grobogan, hanya melalui satu jalur, pada Jumat (3/4/2026) dini hari.

Penulis: Achiar M Permana | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG
Tribun Jateng/Aditia Kurniawan 

TRIBUNJATENG.COM, GROBOGAN – Perjalanan kereta api antara Stasiun Karangjati dan Stasiun Gubug, Kabupaten Grobogan, hanya melalui satu jalur, pada Jumat (3/4/2026) dini hari.

Hal ini disebabkan adanya genangan air setinggi 25 sentimeter di jalur hilir KM 32+7/8.

Demi keselamatan, jalur hilir dinyatakan tidak aman untuk dilalui kereta api. 

Untuk sementara, seluruh perjalanan kereta api yang melintasi lokasi tersebut dialihkan melalui jalur hulu secara bergantian.

Pemberlakuan satu jalur (jalur hulu) itu dimulai, pada Jumat pukul 01.45, setelah petugas prasarana melaporkan adanya genangan air setinggi 25 sentimeter di jalur hilir KM 32+7/8 antara Stasiun Karangjati dan Stasiun Gubug.  

Akibat pemberlakuan sistem satu jalur ini, hingga pukul 05.00, tercatat sebanyak delapan perjalanan kereta api mengalami gangguan dengan keterlambatan sekitar 10–15 menit karena harus bergantian melintas. 

Setelah sempat terganggu akibat genangan air, pada Jumat pukul 07.40, jalur KA antara Stasiun Karangjati–Stasiun Gubug kini kembali normal dilalui perjalanan kereta, meski dengan kecepatan terbatas.

Genangan yang sebelumnya merendam jalur hilir di KM 32+7/8 dilaporkan telah surut. 

Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif menjelaskan, sebelumnya jalur tersebut tidak dapat dilalui sejak pukul 01.45 dini hari.

Akibatnya, perjalanan kereta api hanya menggunakan satu jalur, yakni jalur hulu, secara bergantian.

“Selama terjadi genangan, perjalanan KA diatur bergantian menggunakan satu jalur demi menjaga keselamatan,” ujar Luqman.

Selama penanganan, kata Luqman, petugas prasarana KAI melakukan berbagai langkah intensif, mulai dari pemantauan kondisi jalur, pembersihan material yang menghambat aliran air, hingga pengukuran geometri rel.

Setelah melalui pemeriksaan menyeluruh, jalur dinyatakan aman untuk dilalui kembali.

Dengan normalnya jalur hilir tersebut, perjalanan kereta api kini kembali berjalan sesuai jadwal.

Meski begitu, KAI masih memberlakukan kecepatan terbatas sebagai langkah antisipasi.

Tercatat sekitar delapan perjalanan kereta api terdampak akibat kejadian ini.

Keterlambatan yang terjadi berkisar antara 10 hingga 15 menit karena harus bergantian melintas.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan,” kata Luqman. (Rezanda Akbar D)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved