Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kecelakaan

9 Jam Bertahan Hidup, Nenek Marni Meregang Nyawa Usai Tertabrak Kereta Api di Brebes

Nenek Marni (77) warga Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah akhirnya meregang nyawa usai mendapatkan

Penulis: Wahyu Nur Kholik | Editor: muh radlis
IST
PERAWATAN MEDIS - Marni (77) warga Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes meregang nyawa usai mendapatkan perawatan medis pasca tertabrak kereta api pasa Sabtu (4/4/2026) .Foto: Dok Polsek Tonjong 

TRINUNJATENG.COM, BREBES — Nenek Marni (77) warga Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah akhirnya meregang nyawa usai mendapatkan perawatan medis pada Sabtu (4/4/2026) malam.

Sebelumnya, tubuh korban tertabrak kereta sekitar pukul 10.00 WIB pada Sabtu pagi di perlintasan rel KM 308+000 jalur hilir antara Bumiayu–Linggapura

Korban sempat selamat dari maut meski tubuhnya terbarak kereta api.

Pasca kejadian, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit guna mendapat perawatan medis.

Namun, 9 jam korban bertahan saat mendapatakan perawatan medis di RSU Siti Aminah Bumiayu ahirnya meregang nyawa sekitar pukul 18.36 WIB Sabtu malam.

"Korban meninggal dunia usai mendapatkan perawatan medis pada Sabtu malam."

"Korban kemudian kami serahkan ke pihak keluarga untuk proses pemakaman," ujar Kepala Unit Reskrim Polsek Tonjong Aptu Heri S saat dikonfirmasi Minggu (5 Maret 2026).

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula saat Kereta Api Penumpang tambahan relasi Yogyakarta–Gambir (KA 7007B) melintas dari arah selatan menuju utara (Jakarta).

Kereta yang dikemudikan oleh masinis M. Yusuf dengan asisten Gunawan Supriyadi, menggunakan lokomotif CC 206 13 39.

Saat melintas di lokasi kejadian, korban diketahui sedang berjalan di atas rel dengan posisi membelakangi arah datangnya kereta.

Baca juga: Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bantul Bertambah Jadi 4 Orang, Ini Kronologi Lengkapnya

Meski masinis telah membunyikan kelakson panjang sebagai tanda peringatan, korban tidak merespons karena diduga tidak menyadari adanya kereta yang mendekat.

Jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka berat berupa luka sobek di bagian kepala, namun masih dalam kondisi sadar saat ditemukan.

Petugas dari Polsek Tonjong bersama tim medis dan pihak perkeretaapian segera melakukan evakuasi.

Korban kemudian dibawa ke RSU Siti Aminah Bumiayu untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved