Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Bupati Eisti Janji Segera Perbaiki Rumah Korban Banjir 

Banjir di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Jumat (3/4/2026) lalu, mengakibatkan 28 rumah rusak.

TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Selasa 7 April 2026 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Banjir yang terjadi di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, pada Jumat (3/4/2026) pekan lalu, mengakibatkan 28 rumah rusak. 

Bupati Demak, Eisti'anah merinci, data terbaru dari pemerintah desa setempat sebanyak 12 rumah hilang akibat banjir bandang.

"Sebanyak 12 rumah hilang, hanyut, kemudian 7 rusak berat, dan 9 ringan," ujar Eisti'anah, saat mengunjungi tanggal jebol Sungai Tuntang di Dukuh Solondoko, Senin (6/4/2026). 

Banjir di kawasan tersebut akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang.

"Kami akan segera menindaklanjuti, insyaallah, kemarin sudah dapat bantuan dari Bapak Gubernur," kata Eisti'anah. 

Dia berjanji akan membantu memperbaiki rumah warga terendampak sesuai kerusakan masing-masing.

"Rumah hanyut rusak berat dan ringan, kita akan memberikan stimulan, kalau bisa membantu sampai berdiri, alhamdulillah, ini nanti kategori masing-masing, dari Pemkab siap untuk membantunya," tuturnya. 

Eisti'anah menegaskan, untuk bantuan tersebut segera dirapatkan dan ditargetkan bantuan sudah bisa diberikan pekan ini. 

Tinggal atap

Berdasarkan penuturan warga setempat, setidaknya terdapat belasan rumah yang mengalami rusak berat dan di antaranya porak poranda rata tanah.

Fadholi (70), salah satu warga yang terdampak banjir hingga rumahnya mengalami rusak berat.

Pantauan di lokasi, Minggu (5/4/2026), rumah Fadholi di Dukuh Solondoko RT 02 RW 05 hanya menyisakan atap.

Dinding rumah yang terbuat dari papan kayu dan triplek jebol, sedangkan isi rumah seluruhnya hanyut menyisakan lumpur tebal setinggi 35 sentimeter. 

Fadholi mengatakan, kejadian banjir begitu cepat, ia panik saat orang berteriak tanggul jebol dan segera melarikan diri ke arah jalan utama perkampungan.

"Lari ke sana jalan perkampungan cepat jebolnya," kata Fadholi, Minggu.

Dia mengungkapkan, sebelum tanggul jebol sebenarnya sudah mengumpulkan sejumlah barang berharga, namun karena kondisi panik dan air sangat deras, hanya dokumen haji yang berhasil dibawa.

"Perkakas hilang semua, lemari hilang," imbuhnya. 

Fadholi mengaku sudah mendaftar haji beberapa tahun lalu, namun tidak tahu pasti kapan jadwal berangkat.

Informasi yang dihimpun Kompas.com dari sejumlah warga, Fadholi diperkirakan akan menunaikan ibadah haji tahun ini.

Sejauh ini belum ada data resmi dari Pemerintah Desa Trimulyo terkait jumlah rumah rusak akibat banjir. 

Kompas.com berupaya mendatangi Balai Desa Trimulyo dan posko bencana di desa Trimulyo dalam dua hari terakhir untuk meminta konfirmasi detail jumlah rumah rusak kepada kepala desa, namun yang bersangkutan tidak di lokasi. 

Menurut penuturan warga setempat, setidaknya terdapat belasan rumah yang mengalami rusak berat dan di antaranya porak poranda rata tanah.

"Tanggulnya jebol, ada air tidak bisa menahan, (rumah) kurang lebih 15," ujar Siti Mualimah, warga Dukuh Solondoko, Sabtu (4/4/2026). 

Dia merinci, sebanyak 4 rumah hanyut atau hilang sedangkan 11 lainnya mengalami rusak berat.

"Hancur yang hilang kurang lebih empat, kalau masih ada atapnya ya masih ada beberapa," jelasnya. (Kompas.com) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved