Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Sragen

Kronologi dan Motif Perkelahian yang Tewaskan Siswa SMP di Sragen, Pelaku Modal Tangan Kosong

Berawal saling ejek, seorang siswa meninggal dunia karena berkelahian menggunakan tangan kosong

Tayang:
Penulis: Msi | Editor: muslimah
Kompas.com
Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari (tengah) menunjukkan barang bukti dalam konferensi pers di Mapolres Sragen, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Polisi menetapkan DTP (14) sebagai pelaku anak dalam kasus tewasnya siswa SMP di sragen
  • Ia disebut melakukan kekerasan seorang diri.
  • Pelaku menggunakan tangan kosong, dengan kombinasi pukulan dan tendangan terhadap korban WAP (14)

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Berawal saling ejek, seorang siswa meninggal dunia karena berkelahian menggunakan tangan kosong.

Peristiwa tragis ini terjadi di SMPN 2 Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari mengungkapkan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 11.10 WIB di depan kelas 7C.

Peristiwa terjadi di momen yang tak terduga, yakni saat transisi pergantian mata pelajaran ketika dua kelas belum diisi guru.

Baca juga: Siswa SMP Sragen Tewas di Kamar Mandi Sekolah, Hasil Olah TKP dan Autopsi Tunjukkan Adanya Kekerasan

Baca juga: Tangis Intan di Malam Pertama, Suami Ternyata Perempuan Pakai Kelamin Buatan

Celah tanpa pengawasan ini dimanfaatkan oleh dua siswa yang berujung pada perkelahian fatal.

Saat itu, suasana sekolah tengah berada di masa pergantian pelajaran, sehingga kelas korban dan pelaku sama-sama belum mendapat pengawasan langsung dari guru.

"Saat itu di kedua kelas masih dalam transisi pergantian Mapel, kelas korban IPS dan pelaku Matematika, dan saat itu kedua kelas belum ada guru yang masuk, sehingga korban dan pelaku bisa keluar kelas dan mereka bertemu," ujar Dewiana, dalam konferensi pers di Mapolres Sragen, Kamis (9/4/2026).

"Saat ketemu terjadi guyonan yang berbuah saling ejek antara pelaku anak dan korban dan terjadilah perkelahian tersebut," imbuhnya.

Tetapkan Satu Orang sebagai Pelaku Anak

Polisi menetapkan DTP (14) sebagai pelaku anak dalam kasus ini.

Ia disebut melakukan kekerasan seorang diri menggunakan tangan kosong, dengan kombinasi pukulan dan tendangan terhadap korban WAP (14).

"Pelaku anak melakukan kekerasan kepada korban dengan tangan kosong dengan interaksi dengan tangan dan kaki dan perbuatannya dilakukan sendirian," kata Dewiana.

Perkelahian tersebut menyebabkan korban jatuh hingga tak sadarkan diri.

Korban sempat dibawa ke UKS sebelum akhirnya dilarikan ke puskesmas.

"Korban sempat dibawa ke UKS dan kemudian dilarikan ke Puskemas, terkait waktu korban meninggal dunia masih di dalam Lidik," kata dia.

Tewas Akibat Luka Berat di Kepala

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menyebut korban meninggal akibat luka berat di bagian kepala.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved