Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Cilacap

Kapal Membludak di PPSC Cilacap, Nelayan Desak Perluasan Dermaga dan Pelabuhan Baru

HNSI Cilacap mendorong pemerintah untuk segera merealisasikan rencana pembangunan pelabuhan baru seluas 40 hektare

Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Rayka Diah Setianingrum
PPSC MEMBLUDAK - Ratusan kapal nelayan memadati dermaga Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC), menunjukkan kondisi overkapasitas yang memicu antrean panjang saat sandar, Kamis (9/4/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Kepadatan kapal di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) kian menjadi sorotan, seiring meningkatnya jumlah armada nelayan yang beroperasi di wilayah perairan selatan Jawa Tengah.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap, Sarjono, menilai kondisi dermaga saat ini sudah tidak lagi mampu menampung aktivitas sandar kapal yang terus bertambah setiap tahun.

“Jumlah kapal terus meningkat, sementara kapasitas pelabuhan masih terbatas, ini yang jadi persoalan utama,” ujar Sarjono, Kamis (9/4/2026).

Baca juga: SPPG di Kudus Beri Kejutan Uang Tunai di Dalam Ompreng untuk Siswa Penerima MBG

Baca juga: Tampang Rey yang Ngaku Cowok ke Intan, Terbongkar saat Malam Pertama, Ngaku Anak Dewan

Ia mengungkapkan, saat ini terdapat sekitar 1.100 kapal besar dan sekitar 8.000 kapal kecil yang beroperasi di Cilacap, sehingga beban dermaga semakin berat.

“Kondisi ini membuat aktivitas sandar tidak optimal, bahkan sering terjadi antrean panjang dan berpotensi menimbulkan gesekan antar nelayan,” jelasnya.

Menurutnya, solusi utama dari persoalan tersebut adalah perluasan pelabuhan agar mampu menampung seluruh armada yang ada secara maksimal.

“Kalau pelabuhan diperluas dan fasilitasnya memadai, maka aktivitas nelayan bisa berjalan lebih tertata dan efisien,” tegasnya.

HNSI Cilacap mendorong pemerintah untuk segera merealisasikan rencana pembangunan pelabuhan baru seluas 40 hektare guna mengurai kepadatan yang terjadi saat ini.

“Pelabuhan baru sangat dibutuhkan agar aktivitas nelayan lebih aman, lancar, dan tidak terjadi penumpukan seperti sekarang,” pungkas Sarjono.

Seorang nelayan setempat, Rudi, mengaku sering kesulitan mendapatkan tempat sandar saat kembali melaut.

“Kalau lagi ramai, kami bisa menunggu berjam-jam hanya untuk sandar, kadang harus bergantian dan berdesakan,” keluh Rudi.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas, tetapi juga berisiko terhadap keselamatan kapal dan awak.

“Harapannya pelabuhan bisa diperluas supaya lebih tertib dan tidak semrawut seperti sekarang,” tambahnya. (ray)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved