Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Cilacap

4 Desa di Cilacap Berstatus KLB Campak, Dinkes: 31 Positif, 123 Suspek

Tercatat saat ini ada 31 kasus positif dan 123 suspek yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Cilacap.

TRIBUN JATENG/DOK PEMPROV JATENG
PENYAKIT CAMPAK - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyebut ada KLB Campak di tiga kabupaten meliputi Cilacap, Klaten, dan Pati. Selain itu, terdapat dua daerah dengan status suspek atau terdapat kasus campak yaitu Brebes dan Kudus. Hal ini disampaikan Taj Yasin saat menerima kunjungan Komisi IX DPR RI, Kota Semarang, Senin (30/3/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Lonjakan kasus campak di Kabupaten Cilacap sejak awal 2026 terus menjadi sorotan. Ini setelah tercatat ada 31 kasus positif dan 123 suspek yang tersebar di beberapa kecamatan.

Kepala Dinkes Kabupaten Cilacap, Hassanudin menyebut, kondisi ini semakin serius karena empat desa telah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

“Total ada 123 suspek dan 31 kasus positif dan KLB terjadi di empat desa,” ujar Hassanudin, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Plt Bupati Cilacap Tolak Usulan Gubernur: Tidak Akan Bersepeda ke Kantor untuk Hemat Energi

Dia menjelaskan, empat desa yang masuk kategori KLB yakni Desa Binangun, Limbangan di Kecamatan Wanareja, Desa Datar di Dayeuhluhur, serta Kelurahan Sidanegara di Cilacap Tengah.

Meski demikian, penyebaran campak juga mulai terdeteksi di kecamatan lain meskipun baru ditemukan satu kasus di masing-masing wilayah.

“Selain empat desa KLB, ada juga beberapa kecamatan yang muncul kasus,” jelasnya.

Dinkes telah bergerak cepat dengan menjadikan empat desa KLB sebagai prioritas utama pelaksanaan outbreak response immunization (ORI).

“Di empat desa itu sudah semua dilakukan vaksinasi campak untuk balita usia 9 sampai 59 bulan,” tegasnya.

Dia menambahkan, program ORI tidak hanya berhenti di wilayah KLB, tetapi akan diperluas ke seluruh Kabupaten Cilacap guna mencegah penyebaran lebih luas.

Saat ini, pelaksanaan imunisasi dilakukan dengan memanfaatkan stok vaksin yang tersedia, termasuk tambahan distribusi dari Dinkes Jateng.

“Vaksin sudah kami distribusikan ke puskesmas dan semuanya segera menjadwalkan pelaksanaan imunisasi,” ujarnya.

Hassanudin menegaskan, pihaknya juga akan kembali mengajukan tambahan vaksin jika kebutuhan meningkat dalam waktu dekat.

“Paling lambat pekan depan kami akan ambil lagi ke provinsi agar vaksinasi bisa dilakukan secara masif,” katanya.

Baca juga: Motif Cemburu, Duduk Perkara Pria WNA Tewas Dicor Semen, Ditemukan di Cilacap

Menurutnya, vaksinasi menjadi langkah paling efektif dalam menekan penyebaran campak yang saat ini didominasi kelompok balita.

“Vaksinasi ini yang paling efektif untuk mencegah penyebaran campak,” tegasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved