Berita Jateng
Curiga Pangkalan LPG Abal-abal di Sekitar Anda? Begini Cara Ceknya
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Brebes atas keberhasilan
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Brebes atas keberhasilan mengungkap sindikat pemalsuan LPG berkedok penyuntikan LPG 3kg bersubsidi ke tabung Non Subsidi di Brebes, Jawa Tengah.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas tindakan tegas yang telah dilakukan terhadap pelaku penyalahgunaan LPG bersubsidi.
“Kasus di Brebes ini sangat menyayat hati kami. Oknum pendidik melakukan tindakan kriminal di sekolah disaat situasi energi global seperti saat ini. Kami sangat mengapresiasi langkah tegas yang dilakukan Polri," ujar Taufiq Kurniawan, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Sabtu (11/4/2026).
Taufiq menegaskan, pengungkapan kasus penyalahgunaan subsidi yang merugikan negara dan masyarakat ini penting agar peredaran LPG tidak langka di masyarakat.
"Kami mendukung sepenuhnya proses hukum yang berlangsung dan semoga wilayah lain juga mendapatkan perhatian yang sama dari Polri karena masyarakat resah dan banyak yang jadi korban,” tegas Taufiq.
Berbagai upaya telah dilakukan secara preventif, salah satunya melalui program Subsidi Tepat LPG yang memastikan penyaluran LPG 3 Kg bersubsidi hanya untuk masyarakat yang berhak.
Baca juga: Begini Cara Anggota DPRD Kendal Mora Sandhy Purwandono Diduga Lakukan Penyimpangan Dana Koperasi
Pertamina terus bersinergi dengan Dinas Perdagangan dan Kepolisian untuk memperkuat pengawasan terhadap distribusi LPG bersubsidi.
"Melalui situs web resmi https://subsiditepat.mypertamina.id, masyarakat dapat mengecek pangkalan resmi terdekat dan memastikan pembelian LPG dilakukan di tempat yang terjamin keasliannya," jelas Taufiq.
Masyarakat diimbau untuk turut serta dalam menjaga agar subsidi LPG benar-benar dinikmati oleh yang berhak.
Masyarakat juga diharapkan tidak tergiur dengan harga miring dari pihak yang tidak memiliki izin resmi.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu membeli LPG di pangkalan resmi Pertamina dan memeriksa segel hologram resmi pada tabung LPG.
Hologram tersebut dapat dipindai untuk menampilkan informasi resmi mengenai produk LPG Pertamina. Jika hasil pemindaian tidak menampilkan data apapun, maka produk tersebut patut diduga tidak resmi,” terang Taufiq.
Taufiq menambahkan, tindakan seperti pengoplosan LPG tidak hanya merugikan negara, tetapi juga membahayakan keselamatan dan dapat menimbulkan kelangkaan di masyarakat.
Pertamina bersama aparat penegak hukum akan terus berkolaborasi dalam mencegah, mengawasi, dan menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan energi bersubsidi.
“Kita semua harus bersama-sama melawan praktik seperti ini karena dapat menimbulkan kelangkaan dan merugikan masyarakat luas,” tutup Taufiq. (dta)
| Kena 'Racun' Sehat Sekda Sumarno, Gubernur Luthfi Kini Ketagihan Lari dan Bersepeda 7 Km Setiap Pagi |
|
|---|
| Jangan Coba-Coba Kelayapan saat WFH, Ahmad Luthfi Siapkan Sanksi Disiplin bagi ASN Bandel |
|
|---|
| Anggota DPRD Kendal Mora Sandhy Dilaporkan ke Polisi, Diduga Gelapkan Rp20 Miliar Milik Koperasi BMJ |
|
|---|
| Gubernur Jateng Bakal Panggil Wali Kota Semarang Bahas Warga Terdampak Tanah Gerak Jangli |
|
|---|
| DPUPR Butuh Rp1 Triliun untuk Rawat 2.414 Kilometer Jalan Provinsi Jawa Tengah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260307_Taufiq-Kurniawan.jpg)