Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Cilacap

Geger di Wanareja, Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Kolam Ikan

Didorong rasa penasaran, pemilik kolam kemudian menelusuri sumber bau tersebut hingga akhirnya mendapati tubuh korban

Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/Polsek Wanareja
PENEMUAN MAYAT: Kondisi jenazah saat pertama ditemukan sebelum dievakuasi oleh petugas gabungan di kolam ikan wilayah Wanareja, Cilacap, Senin (13/4/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Suasana di Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap mendadak berubah mencekam setelah bau menyengat mengarah pada penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di kolam ikan milik warga, Senin (13/4/2026).

Korban diketahui bernama Wawan (42), yang pertama kali ditemukan oleh pemilik kolam saat hendak mematikan lampu di samping rumahnya dan mencium bau tidak sedap dari arah kolam.

Didorong rasa penasaran, pemilik kolam kemudian menelusuri sumber bau tersebut hingga akhirnya mendapati tubuh korban dalam posisi telentang mengapung di permukaan air.

Baca juga: Hari Keempat Pencarian, Nelayan yang Jatuh di Perairan Selatan Nusakambangan Ditemukan Meninggal

Penemuan itu sontak menggegerkan warga sekitar, sementara keluarga korban yang tinggal tidak jauh dari lokasi langsung histeris saat mengetahui kondisi korban yang sudah tidak bernyawa.

Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan tenaga kesehatan setempat segera mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi serta pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara.

Kanit Reskrim Polsek Wanareja, Bripka Triyono, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Berdasarkan keterangan medis, jenazah diperkirakan sudah meninggal lebih dari 48 jam,” ujar Triyono.

Ia menegaskan, hasil pemeriksaan luar tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Tidak ditemukan dugaan kekerasan di tubuh korban, namun penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan karena pihak keluarga menolak dilakukan autopsi,” jelasnya.

Sementara itu, Humas Polresta Cilacap, Ipda Galih Secahyo, menyebut pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, dan keluarga sudah menerima sebagai musibah sehingga penanganan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Usai dilakukan visum luar, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di rumaditemukan (ray)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved