Berita Sukoharjo
Ambil Langkah Darurat, Pemerintah Alihkan 5.000 Paket MBG Untuk Korban Banjir di Sukoharjo
Sekitar 5.000 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya masuk ke sekolah dialihkan untuk korban banjir di Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 5.000 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) dialihkan untuk mencukupi kebutuhan pangan warga terdampak banjir di Kecamatan Grogol, Sukoharjo.
- Langkah ini diambil pemerintah setempat karena sejumlah sekolah diliburkan akibat luapan anak Sungai Bengawan Solo yang merendam permukiman.
- Selain memastikan distribusi makanan, otoritas terkait kini fokus memantau elevasi air sembari membantu warga melakukan pembersihan rumah.
TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Alih-alih tersaji di meja sekolah, sekitar 5.000 paket Makan Bergizi Gratis (MBG) justru mendarat di tangan warga yang sedang berjuang melawan genangan air di Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Rabu (15/4/2026).
Keputusan taktis ini diambil Pemerintah Kecamatan Grogol sebagai langkah darurat untuk menjamin asupan nutrisi para pengungsi dan warga terdampak luapan anak Sungai Bengawan Solo.
Hal itu menyusul kebijakan meliburkan sekolah-sekolah yang terendam banjir sejak dini hari.
Baca juga: 31 Siswa dan 3 Guru di Klaten Diduga Keracunan MBG, Sebut Ayamnya Bau dan Jamur Mentah
Camat Grogol, Herdis Kurnia Wijaya, mengatakan ada sekitar 5.000 paket MBG yang dialihkan korban banjir Kecamatan Grogol.
Menurut dia, sejumlah wilayah Kecamatan Grogol masih tergenang air akibat banjir luapan anak Sungai Bengawan Solo.
"Tadi kita dropping sementara kalau sarapan. Kita pakai strategi pengalihan MBG. Kurang lebih kekuatan tadi hampir 5.000-an," kata Herdis saat dikonfirmasi melalui telepon pada Rabu (15/4/2026).
Sekolah Libur
MBG untuk korban banjir Grogol ada yang masih dalam bentuk ompreng dan ada yang sudah dibungkus.
Herdis mengatakan, MBG tersebut dialihkan untuk kebutuhan korban banjir karena kebetulan beberapa sekolah di Grogol diliburkan.
"Karena kebetulan sekolahnya juga libur. Jadi misal SMP, SMP 2 Grogol yang di Sanggrahan ya. Terus SD, SD juga yang terdampak langsung memang dari dini hari sudah di imbau dari dinas untuk diliburkan. Karena cukup berisiko," imbuh dia.
Adapun wilayah utara dan barat yang terdampak banjir antara lain Manang, Banaran, Sanggrahan, Kwarasan, Gedangan, Langanharjo dan Cemani.
"Ini yang dekat dengan Kali Jenes," tambahnya.
Baca juga: Jateng Jadi Pilot Project, Kemenko Pangan Siapkan Menu Ikan 2 Kali Seminggu untuk Program MBG
Sebagian warga yang terdampak ada yang masih bertahan di tempat pengungsian sementara.
Sebagian di antaranya sudah kembali ke rumah untuk bersih-bersih.
"Kita berharap Bengawan segera turun elevasinya. Sehingga air ini bisa masuk karena ini kan meluap itu menggenangi adalah anak Sungai Bengawan Solo," tambah dia. (*)
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com
| Kecelakaan Beruntun di Sukoharjo, Seorang Remaja Meninggal, 1 Luka-luka |
|
|---|
| Gagal Menyalip, Remaja 15 Tahun Tewas Terlindas Escudo di Sukoharjo |
|
|---|
| Delapan Wilayah Sukoharjo Terendam Banjir, Warga Dievakuasi |
|
|---|
| Nama Seniman Sukoharjo Diduga Lakukan Pelecehan Viral, Korban Mengaku Tak Hanya Diminta Berhubungan |
|
|---|
| Profil Agung Widiyatmoko Bos Kuliner di Sukoharjo Beri THR Uang dan Motor, Beberkan Alasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260415_Solo-dan-Sukoharjo-tergenang-banjir.jpg)