Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jawa Tengah

Lapangan Kerja Pemandu Gunung di Jateng Jadi Incaran

Peluang kerja menjadi pemandu gunung mulai banyak dilirik oleh para pencari kerja.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/iwan Arifianto
ADUAN THR - Kepala Disnakertrans Jateng Ahmad Aziz. Ada sekira 178 perusahaan dan instansi di Jawa Tengah diadukan ke posko THR Idulfitri 2026 Disnakertrans Jateng. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah , Ahmad Aziz mengatakan, peluang kerja menjadi pemandu gunung mulai banyak dilirik oleh para pencari kerja.

Hal itu terlihat saat kesempatan pelatihan pemandu gunung dibuka di Balai pelatihan Kerja (BLK) 1 Semarang jumlah pendaftar membludak hingga 400 orang.
Padahal, pendaftaran hanya dibuka dengan kuota sebanyak 16 orang.

"Yang daftar sampai 400an orang, ternyata potensinya tinggi," jelas Aziz, Sabtu (18/4/2026).

Tingginya pendaftar , lanjut Aziz, terjadi karena peluang kerja menjadi pemandu gunung cukup menjanjikan di Jateng. Wilayah ini, memiliki setidaknya 19 gunung favorit pendaki baik pendaki lokal, nasional hingga mancanegara. Data yang dikantongi pihaknya, jumlah pendaki di Jateng mencapai 500 ribu orang pertahun.

"Paling potensial pemandu gunung yang melayani turis asing, tiga pemandu sekaligus bisa disewa untuk porter, penerjemah dan satu pemandu," bebernya.

Peluang kerja pemandu gunung terus berkembang juga tidak lepas dari kegiatan pendakian yang menjadi tren di kalangan anak muda. Menurut Aziz, sejumlah sekolah tingkat SMA juga banyak membentuk kelompok pendaki. Tren tersebut didukung pula oleh kondisi alam Jateng yang memiliki banyak gunung tujuan pendaki.

"Setiap gunung memiliki karakteristik masing-masing, budaya masyarakatnya juga berbeda, itulah yang menjadi daya tarik dan daya jual," terangnya.

Pihaknya dalam memberikan pelatihan pemandu gunung bekerja sama dengan Asosiasi Pendaki Gunung Indonesia. Aziz berharap, pelatihan ini bisa mendorong kebutuhan pemandu gunung di Jateng terpenuhi sehingga para pendaki bisa menggunakan jasa mereka demi keselamatan dalam pendakian.

Pelatihan Industri

Aziz mengatakan, Disnakertrans Jateng memiliki empat Balai Latihan Kerja (BLK) UPTD meliputi BLKI Cilacap, BLK Pertanian dan Transmigrasi Klampok Banjarnegara, BLK Semarang 1, dan BLK Semarang 2.

BLKI Cilacap memberikan pelatihan  kebutuhan industri seperti las, otomotif, pertukangan, kelistrikan, dan lainnya.

BLK Pertanian dan Transmigrasi Klampok membuka pelatihan menyangkut pertanian dan perikanan. 

BLK Semarang 1,   melayani pelatihan pada kejuruan pariwisata, pemandu gunung, barista, dan tata laksana rumah tangga.

BLK Semarang 2, fokusnya pada pelatihan kewirausahaan dan manajemen usaha

Menurut Aziz,  output pelatihan tersbeut ada dua hal  yaitu berwirausaha dan memenuhi permintaan industri.

"Untuk kebutuhan industri kami salurkan melalui forum koordinasi lembaga pelatihan dengan industri atau FKLPID," ungkapnya. (Iwn)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved