Berita Blora
Update Kasus Dugaan Penipuan Berkedok Aplikasi Snapboost di Blora, Begini Kata Polisi
Kasus dugaan penipuan berkedok aplikasi Snapboost saat ini sedang ditangani Satreskrim Polres Blora.
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Kasus dugaan penipuan berkedok aplikasi Snapboost sedang ditangani Satreskrim Polres Blora.
Hingga saat ini, 17 orang telah melayangkan aduan dengan total kerugian sementara mencapai sekira Rp332 juta.
Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin menyampaikan bahwa laporan yang masuk masih dalam tahap awal penanganan.
Menurutnya, aduan tersebut segera ditindaklanjuti, termasuk mengundang para pelapor untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut.
Baca juga: Duduk Perkara Member Snapboost Laporkan Diana Guru SMA di Blora, Uang Tak Bisa Cair
“Ini masih laporan aduan di Polres Blora. Kami masih dalam tahap tindaklanjut. Nanti para korban akan kami undang untuk klarifikasi,” terangnya, Selasa (21/4/2026).
Lebih lanjut, AKP Zaenul mengatakan, jumlah korban berpotensi bertambah. Karena sempat dikabarkan ada ratusan member Snapboost di Blora.
Kendati demikian, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan dan klarifikasi untuk memastikan data tersebut.
“Sementara ini yang melapor baru sekira 17 orang dengan total kerugian sekira Rp332 juta."
"(Informasi yang beredar ada 700 an korban dengan total kerugian hingga Rp2 miliar, apakah itu benar?) Itu masih kami dalami,” jelasnya.
AKP Zaenul menjelaskan mekanisme dugaan penipuan yang diterapkan di aplikasi Snapboost ini awalnya korban diajak bergabung oleh pihak yang sudah menjadi anggota.
Setelah itu, calon korban diminta menyerahkan identitas diri berupa KTP untuk proses pendaftaran.
"Setelah terdaftar sebagai member, korban dimasukkan ke dalam grup dan diarahkan untuk mengakses sebuah tautan."
"Dari situ, mereka diminta melakukan deposit dana," terangnya.
Pihaknya menegaskan, dalam waktu dekat ini akan segera memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan guna mengungkap lebih jauh peran pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.
"Baru tahap laporan aduan, secepatnya akan kami mintai keterangan saksi."
"Dari hasil pemeriksaan, akan diketahui siapa berperan apa," jelasnya. (*)
Baca juga: 17 Warga Blora Laporkan Diana Guru SMA, Dugaan Penipuan Aplikasi Snapboost
| Lansia Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Kedungjenar Blora, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan |
|
|---|
| Kabupaten Blora Kembalikan 4.000 ATS ke Sekolah, Terbanyak di Jawa Tengah |
|
|---|
| Ruang Kelas Rusak Belum Diperbaiki, Siswa SDN 1 Plosorejo Blora Terpaksa Belajar di Balai Desa |
|
|---|
| Sembunyi di Balik Terpal, Penyelundupan 200 Tabung LPG Subsidi Asal Tuban Digagalkan Polres Blora |
|
|---|
| 17 Warga Blora Laporkan Diana Guru SMA, Dugaan Penipuan Aplikasi Snapboost |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260421-_-Kasat-Reskrim-Polres-Blora-AKP-Zaenul-Arifin.jpg)