Berita Semarang
Daftar Kecelakaan di Silayur Semarang, Jalur Tengkorak yang Sering Makan Korban
Tanjakan dan turunan Silayur di Jalan Prof Dr Hamka, Semarang menjadi titik paling rawan kecelakaan di Kota Semarang.
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
Ringkasan Berita:
- Jalur Silayur mencatatkan daftar kecelakaan yang konsisten setiap tahunnya sejak 2020 hingga 2026, dengan pola penyebab yang serupa yakni kegagalan pengereman.
- Insiden terbaru melibatkan truk bermuatan 27 ton triplek yang gagal menanjak akibat overload, sehingga menyebabkan arus lalu lintas menuju kawasan BSB City lumpuh.
- Pemerintah Kota Semarang dan kepolisian kini memperketat pengawasan melalui sistem portal buka-tutup, patroli jam operasional, serta rencana penggunaan timbangan portabel.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tanjakan dan turunan Silayur di Jalan Prof Dr Hamka, Kecamatan Ngaliyan kembali mengukuhkan posisinya dalam daftar titik paling rawan kecelakaan atau blackspot di Kota Semarang.
Setelah sebuah truk bermuatan kayu triplek terguling pada Rabu dini hari.
Meski berbagai upaya mitigasi telah dilakukan, karakteristik jalan yang curam serta tingginya volume angkutan berat membuat jalur distribusi logistik ini terus mencatatkan rentetan insiden yang membahayakan nyawa pengguna jalan.
Baca juga: Penyebab Truk Terguling di Tanjakan Silayur Semarang, Dishub: Kelebihan Muatan
Jalur dengan kontur menurun/menanjak sepanjang sekitar 1,5 hingga dua kilometer itu bukan sekadar penghubung wilayah bawah dan atas kota, tetapi juga menjadi rute distribusi logistik menuju kawasan industri seperti BSB dan sekitarnya.
Kontur yang curam, terutama dari arah gerbang BSB menuju bawah hingga kawasan padat di sekitar RS Permata Medika, berpotensi menyebabkan akumulasi kecepatan yang kerap berujung fatal saat sistem pengereman gagal.
Di ruas tersebut, kendaraan yang kehilangan kendali berpotensi menghantam permukiman, ruko, hingga pengguna jalan lain.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Untung Ariyono, mengonfirmasi tingginya risiko di jalur tersebut.
“Kalau dikatakan rawan, ya rawan laka. Kalau bukan angkutan berat yang lewat situ kemungkinan tidak rawan.
Faktor lainnya kontur jalan, kondisi jalan,” kata dia kepada Tribunjateng.com, Rabu (22/4/2026) petang.
Daftar Kecelakaan di Silayur Semarang
Kerawanan Silayur bukan fenomena baru, tapi peristiwa yang terus berulang dari tahun ke tahun dengan karakteristik serupa, dengan faktor kendaraan berat, kegagalan teknis, dan dampak luas.
Dalam rentang waktu beberapa tahun terakhir, catatan kecelakaan menunjukkan tren yang konsisten.
Pada 24 Maret 2020 lalu, truk bermuatan material terguling dan menutup sebagian jalan.
Selang beberapa bulan, 10 April 2020, truk kontainer bahkan melintang hingga hampir 12 jam, melumpuhkan arus lalu lintas.
| Viral Video Gajah Semarang Zoo Diduga Stres, Rantai Kaki Pendek dan Tunjukkan Perilaku Tak Alami |
|
|---|
| Semarang Borong 6 Penghargaan Nasional Kategori WBTB, Ini Daftarnya! |
|
|---|
| Ada Tukar Botol Dapat Lumpia di Semarang, Begini Caranya |
|
|---|
| Penyebab Truk Terguling di Tanjakan Silayur Semarang, Dishub: Kelebihan Muatan |
|
|---|
| Hujan Guyur Sejumlah Wilayah, BMKG: Kemarau Jateng Mulai Mei–Juni |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260411_SILAYUR.jpg)