Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Cilacap

100 Santri Ponpes di Cilacap Diduga Keracunan, Gegara Menu MBG?

Ratusan santri dari sebuah pondok pesantren di Kabupaten Cilacap diduga mengalami keracunan makanan.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Rayka Diah Setianingrum
SANTRI KERACUNAN - Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Budi Adhy Buono. Polisi masih menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui penyebab santri ponpes di Cilacap mengalami keracunan pada Rabu (30/4/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP – Ratusan santri dari sebuah pondok pesantren di Kabupaten Cilacap diduga mengalami keracunan makanan hingga harus mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa ini sempat membuat lebih dari 100 santri dilarikan ke RSUD Cilacap setelah menunjukkan gejala pada Rabu (30/4/2026), sehari setelah diduga mengonsumsi makanan pada Selasa (29/4/2026).

Plt Direktur RSUD Cilacap, Hasanuddin mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan sumber penyebab keracunan yang dialami para santri tersebut.

Baca juga: Olah TKP Avanza Tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di Grobogan: Kabut, Jarak Pandang 10 Meter

“Kami belum tahu pasti sumbernya, apakah dari makanan yang disajikan MBG atau dari internal pondok."

"Sampel makanan dan air sudah kami kirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) di Semarang untuk diperiksa,” ujarnya.

Dia menjelaskan, proses pemeriksaan sampel makanan membutuhkan waktu sekira lima hari karena harus melalui tahapan analisis untuk mengidentifikasi kemungkinan bakteri atau zat penyebab.

“Pemeriksaan tidak bisa instan karena harus melalui beberapa tahap hingga diketahui kandungan yang menyebabkan kondisi tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Budi Adhy Buono mengatakan, pihak kepolisian bersama pemerintah daerah telah turun langsung mengecek kondisi para santri di rumah sakit.

Baca juga: May Day 2026, Ini 6 Tuntutan Buruh di Kabupaten Cilacap

“Kami bersama Dinkes sudah meninjau langsung dan mengambil dua sampel makanan, yakni dari MBG dan dapur pondok pesantren untuk diuji lebih lanjut,” jelasnya.

Dia menyebut, dari lebih dari 100 santri yang sempat dirawat, sebagian besar kini telah pulih dan kembali ke pondok pesantren.

“Awalnya ada lebih dari 100 santri, sebagian perempuan sempat dirawat inap dan laki-laki kembali ke pondok, dan saat ini tinggal satu pasien yang masih dirawat di RSUD,” ungkapnya, Jumat (1/5/2026).

Hingga kini, hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan masih ditunggu untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved