Sabtu, 23 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Didukung Pemprov Jateng, Vocatech Edufair 2026 Polines Perkuat Serapan Tenaga Kerja

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat pendidikan vokasi

Tayang:
TRIBUN JATENG/Franciskus Ariel Setiaputra
Vocatech Edufair 2026- Sejumlah siswa SMA memadati tenant Kendaraan Gokart Hyperblast V2 di ajang Vocatech Edufair 2026 yang berlangsung di Politeknik Negeri Semarang (Polines), Selasa (5/5/2026) - Tribun Jateng/ F Ariel Setiaputra 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat pendidikan vokasi sebagai kunci peningkatan serapan tenaga kerja.


Hal itu tercermin dalam dukungan penuh terhadap gelaran Vocatech Edufair 2026 di Politeknik Negeri Semarang (Polines), Selasa (5/5/2026).


Ajang ini diikuti 140 sekolah dari SMA/SMK/MA se-Provinsi Jawa Tengah dengan perkiraan 1.550 siswa, 135 kepala sekolah, dan 160 guru BK/BKK.


Selain pameran jurusan dan industri, para siswa yang hadir juga berkesempatan mendapatkan pemaparan langsung dari praktisi serta konsultasi pendidikan dan karir.


Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari strategi besar Pemprov Jateng dalam menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.


"SMK vokasi harus terus bersinergi dengan dunia usaha, dunia industri, dan perguruan tinggi. Tujuannya jelas, meningkatkan kompetensi lulusan agar siap kerja, melanjutkan pendidikan, maupun berwirausaha," kata Sadimin.


Ia memaparkan, saat ini Jawa Tengah memiliki lebih dari 2.500 sekolah SMA/SMK/SLB dengan total siswa mencapai lebih dari 1,3 juta. Khusus SMK, terdapat sekitar 1.529 sekolah dengan ratusan ribu siswa yang menjadi tulang punggung pendidikan vokasi di daerah ini.

Baca juga: Begini Nasib Pengendara Moge Harley-Davidson yang Tabrak Bocah 10 Tahun Hingga Tewas


Dari sisi serapan, capaian lulusan SMK dinilai cukup positif. Pada 2025, sekitar 89 persen lulusan telah terserap ke dunia kerja, melanjutkan pendidikan, maupun berwirausaha.


Namun demikian, Pemprov mengakui masih terdapat tantangan, terutama tingginya tingkat pengangguran terbuka dari lulusan SMK dibanding jenjang lain.


"Karena itu kami terus meningkatkan kompetensi, baik hard skill maupun soft skill, dengan menggandeng industri dan perguruan tinggi. Kurikulum juga sudah kami sesuaikan dengan kebutuhan industri," jelasnya.


Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah, Ahmad Azis, menyoroti bahwa tren serapan tenaga kerja di Jawa Tengah terus meningkat, seiring masuknya investasi padat karya.


"Pengangguran terbuka terus menurun. Investasi yang masuk mayoritas padat karya, sehingga menyerap banyak tenaga kerja dan memicu pertumbuhan ekonomi di sekitarnya," jelasnya.


Ia menilai kegiatan seperti Vocatech Edufair sangat strategis dalam memperkecil kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.


"Selama ini sering disebut ada gap. Maka kolaborasi ini penting agar lulusan siap kerja dengan kompetensi yang seimbang, baik teknis maupun non-teknis," tegasnya.


Direktur Polines, Dr. Garup Lambang Goro, menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang relevan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved