Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kiai di Pati Cabuli Santri

37 Tenaga Pengajar Ponpes Ndholo Kusumo Pati Dipindahtugaskan

37 tenaga pengajar di Ponpes Ndholo Kusumo Pati bakal dimutasi, dipindahtugaskan ke lokasi lain pasca kasus dugaan pencabulan.

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/KAFI
SEPI - Suasana dari depan Ponpes Ndholo Kusumo Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati yang terlihat sepi, tak ada aktivitas seusai warga melakukan aksi demonstrasi, Selasa (5/5/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - 37 tenaga pengajar di Ponpes Ndholo Kusumo Pati bakal dimutasi, dipindahtugaskan ke lokasi lain pasca mencuatnya kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh pengasuh pondok kepada santrinya.

Langkah mutasi ini dimaksudkan agar para tenaga pengajar tidak kehilangan pekerjaannya. Adapun lokasinya, saat ini masih dikoordinasikan oleh Kantor Kemenag Kabupaten Pati.

Dari data, ada sekira 15 ustaz dan 22 ustazah terdampak, yang selama ini bertugas mengajar di ponpes tersebut.

Sebelumnya, ratusan santri juga dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Mereka juga akan dialihkan ke tempat lain.

Baca juga: Dalih Polisi Belum Tahan Kiai Cabul di Pati: Tersangka Kooperatif

252 santri Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Ndholo Kusumo Desa Telogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati terdampak langsung kasus dugaan kekerasan seksual oleh pengasuh yang kini telah ditetapkan tersangka.

Kemenag mengambil langkah cepat dengan memulangkan para santri ke orangtua serta menyiapkan relokasi bagi tenaga pengajar.

Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Jateng, Moch Fatkhuronji menyampaikan, langkah tersebut diambil sebagai upaya perlindungan terhadap santri sekaligus memastikan proses pendidikan tetap berjalan.

“Prinsip kami adalah menyelamatkan korban. Santri dikembalikan ke orangtua dan pembelajaran tetap difasilitasi, baik secara daring maupun penempatan di lokasi lain,” ujar Fatkhuronji, Selasa (5/5/2026).

Berdasarkan data Kemenag, jumlah santri di ponpes tersebut mencapai 252 orang per 27 April 2026. Terdiri dari 140 santri laki-laki dan 112 santri perempuan.

48 di antaranya merupakan anak yatim piatu yang mendapat pendidikan gratis di ponpes tersebut.

Mereka tersebar di berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari Raudhatul Athfal (RA) sebanyak 4 santri, Madrasah Ibtidaiyah (MI) 89 santri, SMP 91 santri, Madrasah Aliyah (MA) 50 santri, serta 10 santri di satuan pendidikan lainnya.

Kemenag merinci, untuk santri MI kelas 1 hingga 5 dan MA, proses belajar akan dilakukan secara daring dari rumah masing-masing.

Sementara siswa kelas 6 MI tetap menjalani pembelajaran tatap muka karena mendekati ujian akhir, namun dipindahkan ke rumah guru.

“Untuk kelas 6 tetap masuk, tapi tidak di lokasi pesantren. Mereka belajar di rumah guru agar tetap bisa fokus menghadapi ujian,” jelasnya.

Menteri PPPA Desak Polisi Tahan Ashari Pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo Pati

Lebih lanjut, Kemenag juga masih berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk memastikan seluruh santri mendapatkan akses pendidikan lanjutan di lembaga yang aman. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved