Tribunjateng Hari ini
Agustina Minta Warga di Zona Rawan Kalialang Segera Diungsikan
Wali Kota Semarang meminta, warga yang berada di zona rawan longsor Kalialang Lama segera diungsikan sementara demi keselamatan.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - WALI Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, merespons tanah longsor di wilayah Kalialang Lama, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
Agustina meminta, warga yang berada di zona rawan longsor Kalialang segera diungsikan sementara demi keselamatan.
Menurut Agustina, terdapat sedikitnya tujuh keluarga yang memiliki potensi risiko tinggi terdampak longsor susulan.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan perangkat wilayah setempat, mulai dari ketua RT, lurah, hingga pihak kecamatan, untuk menyiapkan lokasi pengungsian sementara.
"Tadi Pak RT, Bu Lurah, dan beberapa pegawai di kecamatan minta supaya ada santren (Santrendelik) di dekat sini yang rumahnya bisa dipakai untuk sementara, mereka diungsikan dulu," kata Agustina di sela-sela meninjau lokasi longsor, Selasa (5/5/2026).
Selain memastikan tempat pengungsian, Agustina juga menginstruksikan pada camat Gunungpati untuk membersihkan dan menyiapkan lokasi tersebut agar layak dihuni, terutama karena terdapat balita di antara warga terdampak.
Dia juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang menyiapkan bantuan logistik bagi warga.
Menurut Agustina, sebagian besar warga terdampak merupakan buruh harian yang kehilangan penghasilan akibat bencana ini.
Dia juga meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) memastikan ketersediaan air bersih di lokasi pengungsian.
"Oleh karena mereka tidak bekerja, artinya kebutuhan sehari-harinya harus diselesaikan, karena mereka pasti tidak punya pendapatan untuk beli makan dan lain-lain," jelasnya.
Terkait kemungkinan relokasi permanen, ia menyebut saat ini fokus utama adalah evakuasi sementara.
"Ini sementara mengungsi dulu," katanya.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, mengonfirmasi bahwa musibah yang menimpa warga Kampung Kalialang Lama terjadi dalam rentetan waktu yang berdekatan.
Bencana pertama menghantam, pada 26 Maret silam, disusul longsor kedua yang lebih besar, pada 2 Mei, tepat pada Hari Jadi Ke-479 Kota Semarang.
"Tanggal 26 Maret 2026 terjadi longsor terdampak satu rumah Ibu Markonah. Kemudian pada 2 Mei 2026 terjadi longsor kedua kalinya. Total tiga rumah sekarang yang terdampak," ungkap Endro.
BPBD saat ini tengah melakukan koordinasi intensif untuk menentukan langkah penanganan permanen, mengingat lokasi tersebut merupakan daerah rawan yang telah mengalami pergerakan tanah berulang kali dalam beberapa bulan terakhir. (Idayatul Rohmah)
| Polresta Pati Siap Jemput Paksa Kiai Tersangka Pencabulan Santriwati |
|
|---|
| Pabrik Gula GMM Blora Berhenti Beroperasi, Karyawan Ikut Progam Detasering |
|
|---|
| Emak-emak di Desa Randusanga Kulon Brebes Semangat Setor Sampah Plastik, Ternyata Bisa Jadi Cuan |
|
|---|
| Arief Tergeletak Setelah Tabrak Truk Parkir di Pedurungan |
|
|---|
| Kapolresta Pati Bantah Oknum Kiai Tersangka Pencabulan Santriwati Kabur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Kamis-6-Mei-2026.jpg)