Berita Salatiga
Robby Minta Maaf Akibat Pembangunan Exit Tol Pattimura Salatiga, Ada Warga Terdampak
Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan meminta maaf atas dampak pembangunan Exit Tol Pattimura dalam dialog bersama warga di Pendopo Pakuwon.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan meminta maaf atas dampak pembangunan Exit Tol Pattimura.
Permintaan maaf disampaikannya saat dialog bersama warga dalam forum “Curhat Bareng Mas Wali” di Pendopo Pakuwon Setda Kota Salatiga, Jumat (8/5/2026).
Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan seperti dampak pembangunan exit tol terhadap usahanya.
Baca juga: Dies Natalis dan Wisuda UIN Salatiga, Rektor Serukan Ajakan Jihad Ekologis
Salah satu aduan dari pemilik Warung Bu Qori yang terdampak perubahan akses akibat pembangunan Exit Tol Pattimura.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas dampak ekonomi yang dirasakan warga.
Menurutnya, pembangunan dilakukan untuk kepentingan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan daerah.
Namun demikian, pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap dampak yang dialami warga secara individu.
"Pemerintah tetap hadir dan berupaya mencarikan solusi agar masyarakat terdampak tetap bisa menjalankan usahanya," ujar Robby.
Robby menegaskan, solusi yang diberikan pemerintah harus lebih mengedepankan fasilitasi dibandingkan kompensasi finansial.
Sebagai alternatif, pihaknya menawarkan pemanfaatan kios kosong di Taman Wisata Sejarah Salatiga (TWSS) bagi pelaku usaha terdampak.
"Dinas terkait untuk segera memfasilitasi proses tersebut agar masyarakat tetap dapat menjalankan usahanya secara layak," pintanya.
• Kera Ekor Panjang Teror Warga Bandungan Semarang, Satu Orang Terluka
Dampak TPS3R Tegalrejo
Selain itu, keluhan terkait meningkatnya populasi lalat dan aroma tidak sedap di TPS3R Tegalrejo juga menjadi pembahasan dalaam dialog tersebut.
Robby menjelaskan, lalat merupakan vektor pembawa penyakit yang harus segera dikendalikan melalui langkah antisipatif yang serius.
Pihaknya menginstruksikan agar ke depan tidak ada lagi sampah organik yang masuk ke TPS3R, karena pengolahan sampah organik seharusnya sudah diselesaikan di tingkat sumber atau rumah tangga.
Sebagai langkah inovatif, dia mendorong penggunaan teknologi tepat guna berupa jebakan lalat (flytrap) sederhana berbahan botol plastik bekas.
Pihaknya meminta dinas terkait berkolaborasi dengan SMK di Kota Salatiga untuk memproduksi alat tersebut tanpa harus menunggu perubahan anggaran.
"Kalau langkah pengendalian sampah dan pemasangan flytrap sudah dilakukan tetapi kondisi masih darurat, baru Dinas Kesehatan turun untuk pengendalian faktor secara menyeluruh," jelasnya. (*)
| Polres Salatiga Manjakan Buruh dengan Layanan Cek Kesehatan Gratis saat May Day |
|
|---|
| Catat Tanggalnya, 30 Perusahaan Buka Lowongan di Job Fair UKSW 2026 |
|
|---|
| Dies Natalis dan Wisuda UIN Salatiga, Rektor Serukan Ajakan Jihad Ekologis |
|
|---|
| Gunakan Sistem "Ranjau", 3 Residivis Sembunyikan Sabu di Saluran Air Semarang-Salatiga |
|
|---|
| 7 Bulan Tak Terlihat, Lulusan UGM Ditemukan Tinggal Kerangka di Rumah Kontrakan Salatiga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260508-_-Dialog-Wali-Kota-Salatiga-Bersama-Warga.jpg)