Jumat, 15 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kiai di Pati Cabuli Santri

Tipu Daya Kiai Cabul Pati Kepada Warga Wonogiri Hingga Dapat Kamar dan Motor

Dalam pelariannya, kiai cabul Pati Ashari, menipu beberapa orang. salah satunya adalah pemilik tempat persembunyiannya.

Tayang:
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Mazka Hauzan Naufal
POLISI TANGKAP ASHARI: Polisi akhirnya menangkap Ashari, tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati. Hal itu tampak dalam unggahan status WhatsApp pribadi Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama pada Kamis pagi (7/5/2026). (Dok. Kasat Reskrim Polresta Pati) 

TRIBUNJATENG.COM - Dalam pelariannya, kiai cabul Pati Ashari, menipu beberapa orang.

salah satunya adalah pemilik tempat persembunyiannya di sebuah desa terpencil di Wonogiri. 

Namun, di balik penangkapan tersebut, tersisa cerita pahit dari seorang warga bernama Tejo.

Baca juga: Ada Korban Baru Laporkan Ashari Kiai Cabul ke Polresta Pati, Alami Kekerasan Seksual pada 2013

Baca juga: Ponpes Ndholo Kusumo Resmi Ditutup, Begini Nasib Ratusan Santri Kiai Ashari di Pati

 

Tejo, warga Dusun Wotgalih, Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, mengaku merasa sangat dikhianati.

Niat tulusnya menolong orang asing yang mengaku sedang menjalani "laku prihatin" atau tirakat, ternyata berujung pada perlindungan seorang buronan kasus kekerasan seksual.

Awal mula pertemuan mereka terjadi pada Rabu (6/5/2026) pagi.

Saat itu, Ashari datang ke rumah Tejo diantar oleh warga lain. Kepada Tejo, tersangka tidak menggunakan nama aslinya, melainkan mengaku sebagai Samsuri asal Semarang.

Kepada Tejo, Ashari mengarang cerita religius demi mendapatkan simpati dan tempat bernaung.

Ia mengaku sedang menjalankan perintah gurunya untuk berpuasa selama tiga tahun dan ingin berziarah ke makam keramat di petilasan Gusti Wali, Gedong Wiyono, yang lokasinya tak jauh dari rumah Tejo.

"Saya tanya, ada keperluan apa Pak? Dia jawab saya disuruh guru saya puasa 3 tahun dan saat ini baru jalan 3 bulan.

Saya ke sini mau napak tilas di petilasan Gusti Wali di Gedong Wiyono," ujar Tejo menirukan ucapan Ashari, dikutip dari program Saksi Kata Tribunnews, Rabu (13/5/2026).

Karena rumahnya memang kerap disinggahi para peziarah, Tejo tidak menaruh curiga sedikit pun.

Ia bahkan memberikan pelayanan terbaik dengan menyiapkan kamar khusus dan menyediakan makanan bagi tersangka yang mengaku tidak membawa bekal apa pun.

Tak berhenti di situ, kebaikan hati Tejo berlanjut saat Ashari berniat membeli motor bekas namun gagal karena harga yang tidak cocok.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved