Berita Jateng
Pemprov Jateng Masifkan Gerakan Kolaboratif Dampingi Ibu Hamil
peluncuran program Kencan Bumil (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil) di Desa Nglangitan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Selasa, 19 Mei 2026.
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Pemetintah Provinsi Jawa Tengah bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) setempat memasifkan gerakan kolaboratif untuk mendampingi ibu hamil.
Hal itu ditandai dengan peluncuran program Kencan Bumil (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil) di Desa Nglangitan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Selasa 19 Mei 2026.
Gerakan itu untuk memperkuat pencegahan stunting, serta penurunan angka kematian ibu dan bayi, melalui pendampingan intensif terhadap ibu hamil.
Dalam acara itu juga dilakukan peluncuran Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKK Provinsi Jawa Tengah
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai penguat gerakan bersama, dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
“Marilah kita jadikan momentum ini sebagai titik balik untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi secara signifikan,” ucapnya.
Launching Kencan Bumil bersamaan dengan SIM TP PKK, menurut Nawal, menjadi langkah penting.
Sebab, melalui SIM TP PKK, organisasi akan lebih mudah dalam menentukan skala prioritas dalam menyelesaikan isu strategis. Salah satunya, penurunan AKI dan AKB.
Ia menjelaskan, melalui pemanfaatan sistem informasi, diharapkan layanan terhadap isu strategis, khususnya kepada ibu hamil, menjadi lebih terukur, cepat dan adaptif.
Upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi di Jawa Tengah sendiri menunjukkan tren yang terus membaik.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mencatat, jumlah kasus kematian ibu pada 2023 sebanyak 438 kasus, turun menjadi 427 kasus pada 2024, dan kembali menurun menjadi 337 kasus pada 2025.
Hingga Triwulan I 2026, jumlah AKI tercatat sebanyak 70 kasus.
Tren serupa juga terjadi pada angka kematian bayi. Pada 2023 tercatat sebanyak 4.612 kasus, kemudian turun menjadi 4.326 kasus pada 2024 dan kembali menurun menjadi 3.650 kasus pada 2025.
Sementara hingga Triwulan I 2026, jumlah AKB tercatat sebanyak 799 kasus.
Nawal mengatakan, PKK Provinsi Jawa Tengah akan fokus pada tiga langkah utama dalam pendampingan ibu hamil, yakni penjangkauan, peningkatan pengetahuan, dan pendampingan secara berkelanjutan.
| "No Jastip" Gubernur Ahmad Luthfi Ingatkan Daya Tampung SMA Jateng Hanya 40 Persen |
|
|---|
| Asosiasi Ojol Jateng Serahkan Petisi Undang-undang Transportasi Online ke Gubernur Jateng |
|
|---|
| Gubernur Ahmad Luthfi Mulai Cicil Kekurangan Sekolah Wilayah Blankspot di Jateng |
|
|---|
| Sungai Plumbon Semarang Jebol, Pemprov Jateng Siapkan Penanganan Darurat Hingga Jangka Panjang |
|
|---|
| Sosok Gadis yang Bikin Lomba Komentar Rasis Terungkap, Anak Polisi Berpangkat Kompol di Polda Jateng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260520_pemprov1.jpg)