Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Ungaran

Begini Akal Bulus Haryadi Kadus Karangtalun Kab Semarang Tilep Bantuan PKH sejak 2020

Puluhan warga Dusun Karangtalun, Desa Mlilir, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menggelar aksi demonstrasi

Tayang:
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Eka Yulianti Fajlin
AUDIENSI - Warga Dusun Karangtalun, Desa Mlilir, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang melakukan audiensi dengan kepala dusun didampinginperangatbdan aparat kepolisian serta TNI usai aksi demonstrasi di depan kantor Desa Mlilir, Selasa (19/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Warga Dusun Karangtalun menggelar aksi demo terkait dugaan penyelewengan dana PKH sejak 2020.
  • Kepala dusun mengaku khilaf dan berjanji mengembalikan dana bantuan kepada warga penerima manfaat.
  • Satreskrim Polres Semarang masih melakukan penyelidikan dan membuka kemungkinan adanya tambahan korban.

 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Puluhan warga Dusun Karangtalun, Desa Mlilir, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menggelar aksi demonstrasi di depan kantor desa pada Selasa (19/5/2026).

Aksi tersebut dipicu dugaan penyelewengan dana bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) yang kini tengah ditangani aparat kepolisian.

Warga mendesak agar dana bantuan yang diduga disalahgunakan segera dikembalikan kepada penerima manfaat.

Selain itu, masyarakat meminta proses hukum terhadap pihak yang diduga terlibat tetap berjalan.

Salah seorang warga Karangtalun, Budianto (50), mengatakan dugaan praktik penyelewengan bantuan sosial itu disebut sudah berlangsung sejak tahun 2020.

Menurutnya, banyak warga penerima bantuan tidak mengetahui pencairan dana karena kartu ATM bantuan sosial disebut dipegang oleh kepala dusun setempat.

"ATMnya diminta, katanya, masyarakat yang dapat bansos ra ono duite.

Jebule, dicutiki terus karo kaduse dari 2020," ungkap Budi.

Ia menyebut hingga saat ini baru empat warga yang diketahui menjadi korban.

Baca juga: Fakta Baru Dugaan Pengurus HIPMI Jateng Aniaya Anggota, Korban Dipukul Dipiting Diseret Diinjak

Namun jumlah tersebut berpotensi bertambah karena penerima manfaat PKH di dusun tersebut mencapai sekitar 118 orang.

"Kadang bantuan yang diterima cuma Rp 200 ribu, kadang hanya sekali cair," tambahnya.

Dalam aksi itu, warga juga meminta Kepala Dusun Karangtalun mundur dari jabatannya dan bertanggung jawab mengembalikan dana yang diduga diselewengkan.

"Keinginan warga harus turun, harus mengganti dana yang di hura-hura sama Pak Kadus, juga proses hukum," tandasnya.

Usai demonstrasi, pemerintah desa bersama aparat TNI dan Polri menggelar audiensi yang menghadirkan Kepala Dusun Karangtalun, Haryadi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved