Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jawa Tengah

BIB Jateng Minta masyarakat Jangan Kurban Hewan Betina Produktif

Balai Inseminasi Buatan (BIB) Jawa Tengah meminta masyarakat yang hendak berkurban pada saat Iduladha.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Istimewa
HEWAN KURBAN - Petugas BIB Jawa Tengah saat memeriksa kesehatan hewan di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (20/5/2026). Lembaga tersebut meminta masyarakat yang hendak berkurban pada saat Iduladha agar jangan membeli hewan kurban betina produktif.  Hal itu demi menjaga populasi ternak nasional. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Balai Inseminasi Buatan (BIB) Jawa Tengah meminta masyarakat yang hendak berkurban pada saat Iduladha agar jangan membeli hewan kurban betina produktif.  Hal itu demi menjaga populasi ternak nasional.

“Iya kami harap masyarakat jangan mengkurbankan hewan ternak betina produktif saat Iduladha,” kata  dokter hewan BIB Ungaran, drh Deni R Febriandi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/5/2026).

Meskipun secara syariat agama tidak diatur secara spesifik, Deni menilai, hewan betina produktif merupakan “mesin” yang menghasilkan anakan. Bila ingin berkorban, hendaknya betina yang sudah tidak produktif.

“tidak produktif artinya sudah lewat masa suburnya,” paparnya.

Ia juga menyarankan, hewan kurban yang dipilih sebaiknya memiliki surat keterangan kesehatan dari dinas terkait, serta memperhatikan kondisi fisik hewan, seperti tidak lesu, tidak pincang, tidak ada leleran /cairan berlebih, dan memiliki nafsu makan baik.

“Ya sesuai syariat, untuk sapi minimal berumur dua tahun, sedangkan kambing minimal satu tahun, tandanya gigi sudah tanggal,” ujarnya.

Perkuat Populasi Ternak

Kepala BIB Jawa Tengah, Ferry Agus Setiawan menerangkan, balainya bertugas memproduksi semen beku sapi dan kambing, untuk memperkuat populasi ternak di Jawa Tengah maupun nasional.
Langkah ini penting mengingat, populasi ternak pascawabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada 2022, yang sempat menurunkan populasi sapi di Jawa Tengah hingga sekitar 600 ribu ekor.

“Salah satu metode paling efektif untuk mengejar populasi ternak adalah melalui inseminasi buatan,” katanya.

Balai yang mengelola lahan sekitar 6 hektare itu memiliki 45 ekor sapi pejantan dan 16 ekor kambing pejantan, dari berbagai jenis unggulan seperti simental, limosin, Sapi PO (Peranakan Ongole, Wagyu, dan Sapi holstein atau Frisia.

Sapi jenis simental dan limosin menjadi primadona masyarakat, karena menghasilkan anakan dengan pertumbuhan cepat dan bobot besar.

Selain inseminasi buatan, pemerintah juga terus memperkuat pengawasan kesehatan ternak melalui vaksinasi, pemberian vitamin, obat cacing, hingga pemeriksaan rutin, agar hewan tetap sehat dan layak menjadi hewan kurban.

Merujuk data Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, kebutuhan hewan kurban Jateng rinciannya, sapi kebutuhan kurban 135.772 ketersediaan 172.172 ekor.  Kerbau kebutuhan 3.224 ekor, ketersediaan 4.023 ekor. Kambing kebutuhan 336.096, ketersediaan 580.963 ekor. Domba kebutuhan 130.725 ekor, ketersediaan 224.991 ekor. (Iwn)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved