Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Perang Obor Jepara, Tradisi yang Terus Menyala

Tradisi Perang Obor di Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, pada  Senin malam 25 Mei 2026.

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
sebuah Tradisi Perang Obor di Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, pada  Senin malam 25 Mei 2026. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA — Di tengah pekat malam, bunga-bunga api berterbangan ke langit malam setelah obor dipukulkan dalam sebuah Tradisi Perang Obor di Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, pada Senin malam 25 Mei 2026.

Perang obor ini merupakan rangkaian agenda tahunan agar warga desa selalu dilimpahi berkah dan harapan baik.

Ribuan warga dan wisatawan nampak tumplek blek menyaksikan ritual tahunan ini.  

Tak terkecuali, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, dan Bupati Jepara Witiarso Utomo menyaksikan tradisi itu. 

Perang Obor merupakan tradisi sedekah bumi dan ritual tolak bala yang digelar setiap Senin Pahing malam Selasa Pon setelah masa panen.

Tradisi ini dipercaya sudah berlangsung sejak abad ke-16 atau era 1500-an. Tradisi ini berkaitan dengan legenda Ki Gemblong serta Kyai Babadan.  

20260526_PEMPROV1
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, menyaksikan Tradisi Perang Obor di Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, pada  Senin malam 25 Mei 2026.

Dalam cerita rakyat setempat, Ki Gemblong yang bertugas menggembala ternak terlena mencari ikan hingga ternak milik Kyai Babadan sakit.

Kyai Babadan kemudian memukul Ki Gemblong menggunakan obor.

Namun api obor justru dipercaya menyembuhkan ternak yang sakit.

Dari situlah muncul keyakinan masyarakat bahwa api obor menjadi simbol penolak bala dan keselamatan desa.  

Wagub Jateng Taj Yasin mengatakan, Perang Obor bukan sekadar atraksi budaya, melainkan tradisi yang menyimpan pesan moral, sekaligus memiliki potensi besar sebagai wisata budaya unggulan.

“Dari sejarah Perang Obor ini ada pesan yang perlu diingat masyarakat, bahwa amanah harus benar-benar dijalankan,” katanya.

Menurutnya, ritual tersebut pada hakikatnya merupakan bentuk doa masyarakat kepada Tuhan agar dijauhkan dari musibah dan diberi keselamatan.

“Ini bentuk doa agar masyarakat diangkat dari bala dan diberi keselamatan,” lanjutnya.

Ia menilai, event budaya seperti Perang Obor mampu menggerakkan ekonomi warga, sekaligus memperkenalkan identitas lokal Jepara kepada masyarakat luas.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved