Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Satu Keluarga Meninggal di Posong

2 Dugaan Penyebab Kematian Satu Keluarga di Temanggung, Keluarga Tunggu Hasil Otopsi

Penyebab kematian satu keluarga asal Kabupaten Semarang saat camping di Kabupaten Temanggung, hingga saat ini masih misteri.

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
Kompas.com/DIAN ADE PERMANA
RUMAH DUKA - Kondisi rumah duka korban satu keluarga tewas saat camping di Temanggung, Jumat (29/5/2026). Rumah duka berada di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Penyebab kematian satu keluarga asal Kabupaten Semarang saat camping di Kabupaten Temanggung, hingga saat ini masih misteri.

Keempat korban ditemukan pihak pengelola wisata terbujur kaku di dalam tenda camping pada Rabu (27/5/2026) sore.

Sontak, temuan tersebut mengejutkan beberapa pihak, tak terkecuali pihak keluarga yang tinggal di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Baca juga: Polisi Periksa Sisa Hidangan Barbeque, Satu Keluarga Tewas di Temanggung Diduga Keracunan

Tangis Pecah Iringi Pemakaman Satu Keluarga yang Tewas saat Camping di Temanggung

Polisi mengungkap dua dugaan sementara terkait kematian empat orang dalam satu keluarga di kawasan Kledung, Kabupaten Temanggung

Empat korban yang ditemukan meninggal dalam kondisi membujur kaku di dalam tenda merupakan warga Kabupaten Semarang. 

Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra mengatakan, pihaknya ikut menyelidiki kasus tersebut setelah menemukan barang bukti di lokasi kejadian, termasuk perlengkapan memasak dan sisa makanan.

“Dugaan sementara ada dua. Keracunan makanan dan keracunan gas hasil pembakaran,” ujar Iptu I Komang Mahendra Deputra seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (29/5/2026).

Iptu Komang menjelaskan, proses otopsi terhadap korban dilakukan pada Kamis (28/5/2026) dan selesai pada siang hari.

Namun, hanya satu korban berinisial AEH yang menjalani otopsi secara menyeluruh setelah mendapat persetujuan dari pihak keluarga.

“Korban AEH dipilih karena dianggap paling sehat dan merupakan seorang atlet,” kata Iptu Komang.

Menurut Iptu Komang, hasil lengkap otopsi masih menunggu pemeriksaan lanjutan dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan serta Direktorat Laboratorium Forensik Polda Jateng.

Proses tersebut diperkirakan memerlukan waktu sekira dua hingga lima hari.

Dalam proses olah TKP, polisi turut menyita barang yang akan diperiksa lebih lanjut secara forensik.

Barang bukti itu meliputi lima telepon seluler, satu mobil, satu kamera, satu set kompor gas portabel, hingga tungku tanah liat yang digunakan untuk pembakaran briket.

Selain itu, penyidik juga menyita sisa makanan berupa nasi putih, daging, sosis, dan sayuran yang diduga dimasak sebelum kejadian.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved