Selasa, 2 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jepara

1 Truk Punya 16 QR Code dan 18 Pelat Nomor, Cara Penimbun BBM Subsidi di Jepara Kelabuhi Petugas

Siasat penimbun BBM subsidi di Jepara Jawa Tengah dalam mengelabuhi petugas SPBU terbongkar.

Tayang:
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
Istimewa
Polisi Selidiki Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi di Jepara 

TRIBUNJATENG.COM - Siasat penimbun BBM subsidi di Jepara Jawa Tengah dalam mengelabuhi petugas SPBU terbongkar.

Ditemukan fakta bahwa setiap satu truk bisa memiliki 16 QR code dan 18 pelat nomor polisi untuk menguras BBM di SPBU.

Dugaan penyalahgunaan BBM subsidi itu ditemukan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Komisi XII DPR.

Baca juga: Mengenal Modus Helikopter, Cara Sindikat BBM Ilegal Timbun BBM Subsidi di Jepara

Baca juga: Driver Ojol di Jepara Ikuti Edukasi Keselamatan Berkendara dari Polisi Lalu Lintas

Temuan ini menunjukkan masih adanya celah dalam distribusi BBM subsidi yang berpotensi merugikan masyarakat.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengungkapkan bahwa modus yang digunakan pelaku cukup kompleks, yakni dengan memodifikasi tangki kendaraan serta menggunakan sejumlah pelat nomor polisi dan QR code berbeda.

"Truk ini membawa 16 QR code dan 18 pasang nomor polisi kendaraan palsu. BPH Migas terus melakukan pengawasan agar efektif, efisien, dan mementingkan BBM subsidi untuk masyarakat yang berhak, tepat sasaran, dan tepat manfaat bagi masyarakat Jepara," kata Wahyudi dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).

Wahyudi menjelaskan bahwa truk tersebut diduga beroperasi dengan pola yang disebut "helikopter", yaitu keluar-masuk SPBU secara berulang untuk membeli BBM subsidi dalam jumlah besar.

Untuk menghindari deteksi sistem, pelaku menggunakan berbagai identitas kendaraan dan QR code yang berbeda-beda.

Dengan cara ini, transaksi yang dilakukan terlihat normal dalam sistem pengawasan.

"Tadi transaksinya terjadi sekitar pukul 12.55 WIB. Secara fisik kondisi truk kurang baik. Dari tangki BBM truk terhubung dengan selang untuk naik ke tangki atas. Kemudian, dapat menampung BBM hingga 1.000 liter pembelian BBM subsidi," ujar dia.

Modifikasi tangki tersebut memungkinkan kendaraan menampung BBM dalam jumlah besar yang jauh melebihi kapasitas normal.

Anggota Komite BPH Migas, Bambang Hermanto, menyebutkan bahwa modus seperti ini tidak mudah terdeteksi hanya melalui pengamatan visual maupun rekaman kamera pengawas.

"Kalau kita melihat kasat mata dan dari kamera CCTV, tidak ada transaksi anomali (mencurigakan). Tetapi begitu kita lakukan pengecekan ulang, di dalam truk ternyata ada tangki besar," ujarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa pelaku memanfaatkan celah sistem dengan memanipulasi identitas kendaraan dan melakukan transaksi berulang dalam jumlah kecil yang tampak wajar.

Wahyudi menegaskan bahwa pengawasan distribusi BBM subsidi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved