Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jawa Tengah

Tanda-tanda Janggal Kematian Wanita Lansia Boyolali, Keluarga Menduga Keracunan Sate

Makam wanita berinisial A (57), warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali dibongkar pihak kepolisian pada Sabtu (30/5/2026).

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
tribun solo/POLRES BOYOLALI
EKSHUMASI - Polisi melakukan ekshumasi makam wanita lansia di Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Sabtu (30/5/2026). Wanita berinisial A (57) yang telah dimakamkan pada Selasa (19/5/2026) itu diduga meninggal karena keracunan setelah memakan sate ayam yang dikirim oleh anak menantunya. 

Ringkasan Berita:
  • Makam wanita lansia di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali dibongkar polisi atas permintaan pihak keluarga, Sabtu (30/5/2026).
  • Pihak keluarga menduga ada kematian tidak wajar pada wanita lansia dan menjadi pemicu untuk dilakukan otopsi.
  • Dugaan sementara, wanita lansia tersebut meninggal karena keracunan seusai menyantap sate yang dikirim melalui jasa ojek online pada Selasa (19/5/2026).

 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Dugaan kejanggalan atas kematian wanita lansia warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali diungkap pihak keluarga.

Mereka menduga wanita berinisial A berusia 57 tahun itu meninggal karena keracunan seusai menyantap sate.

Beberapa tanda-tanda pada kematian lansia itu pun dibeberkan oleh kesaksian keluarga, termasuk juga tetangga korban.

Hal itulah yang memotivasi pihak keluarga untuk mengotopsi jenazah wanita lansia yang telah dimakamkan pada Selasa (19/5/2026).

Baca juga: Efek Kecanduan Judi Online, Pria Pegawai Rumah Sakit Boyolali Gelapkan Uang Rp559 Juta

Ngaku Terobsesi Bau Parfum, Viral Pria Pamer Alat Vitalnya ke Pengunjung Restoran Solo

Makam seorang wanita lansia berinisial A (57), warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali dibongkar pihak kepolisian pada Sabtu (30/5/2026).

Pembongkaran makam atau ekshumasi dilakukan atas permintaan keluarga yang mencurigai adanya kejanggalan dalam kematian korban.

Namun setelah muncul dugaan kematian tidak wajar, keluarga meminta kepolisian melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan membongkar makam korban untuk kepentingan autopsi.

Kakak kandung korban, Widodo (61) menyebut, awalnya mendapat informasi dari tetangga mengenai kondisi adiknya.

Saat itu korban ditemukan dalam keadaan tergeletak terlentang di dalam rumah.

"Awalnya saya mendapat informasi dari tetangga untuk melihat kondisi adik saya. Saat itu korban ditemukan di dalam rumah dalam posisi terlentang," ujarnya seperti dilansir dari TribunSolo.com, Minggu (31/5/2026).

Widodo tidak mengetahui secara pasti kronologi pertama kali adiknya ditemukan meninggal.

Informasi yang dia peroleh berasal dari tetangga yang pertama kali mengetahui kondisi korban.

Menurutnya, kecurigaan bermula dari anak kedua korban yang setiap pagi biasa menitipkan anaknya kepada sang ibu.

Pada hari kejadian, anak korban mendapati lampu rumah masih menyala hingga pagi hari. Itu sesuatu yang tidak biasa karena korban selalu mematikan lampu sebelum beraktivitas.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved