Jumat, 5 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Pemprov Jateng Buka Kesempatan Santri Kuliah di Luar Negeri, Sediakan Beasiswa Rp7,5 Miliar

Pemprov Jateng saat ini sedang melakukan rekrutmen dan seleksi santri pondok pesantren untuk mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Franciskus Ariel Setiaputra
BEASISWA SANTRI - Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Setda Jateng, Syamsudin Isnaini menghadiri Silaturahmi Ulama dan Umara di Ponpes Sunan Gunung Jati Ba'alawy, Gunungpati, Semarang, Minggu (31/5/2026). Dalam kesempatan itu Pemprov Jateng menginformasikan ada beasiswa khusus santri pondok pesantren yang ingin kuliah di luar negeri. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemprov Jateng terus memperkuat dukungan terhadap dunia pesantren melalui berbagai program pengembangan SDM, bantuan sarana prasarana, hingga pemberian insentif bagi guru agama.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan Setda Jateng, Syamsudin Isnaini saat menghadiri Silaturahmi Ulama dan Umara di Ponpes Sunan Gunung Jati Ba'alawy, Gunungpati, Semarang, Minggu (31/5/2026).

Syamsudin mengatakan, Pemprov Jateng telah memiliki landasan hukum yang kuat dalam pengembangan pesantren melalui Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 17 Tahun 2025 tentang pelaksanaan fasilitasi dan sinergitas pesantren sebagai turunan dari Undang-Undang Pesantren.

Baca juga: Pemprov Jateng Usulkan 700 CASN Khusus Guru Tahun Ini, Berikut Daftar yang Diajukan

Tanda-tanda Janggal Kematian Wanita Lansia Boyolali, Keluarga Menduga Keracunan Sate

Dia menjelaskan, Pemprov memiliki kewajiban berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, kiai, pengurus pesantren, pemerintah kabupaten/kota, serta Kantor Wilayah Kementerian Agama dalam mengimplementasikan berbagai program untuk pesantren.

Salah satu program yang kini sedang berjalan adalah seleksi beasiswa bagi santri untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

"Saat ini kami sedang melakukan rekrutmen dan seleksi santri untuk mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri. Anggaran yang disiapkan sekira Rp6 miliar hingga Rp7,5 miliar," kata Syamsudin.

Selain itu, Pemprov Jateng juga mempertahankan program insentif bagi guru agama yang mengajar di pondok pesantren, madrasah, dan Taman Pendidikan Alquran (TPQ).

Jumlah penerima program tersebut mencapai sekira 230 ribu guru agama di seluruh Jawa Tengah dengan total anggaran sekira Rp240 miliar.

"Program ini sudah berjalan sejak tahun lalu dan tahun ini tetap dipertahankan karena mendapat dukungan dari eksekutif maupun legislatif," ujarnya.

Tidak hanya fokus pada pendidikan formal, Pemprov Jateng juga menggandeng Baznas untuk memberikan pelatihan keterampilan kepada lulusan pesantren agar siap memasuki dunia kerja dan industri.

Di bidang sarana-prasarana, pemerintah daerah juga menyediakan bantuan hibah bagi pondok pesantren dan fasilitas keagamaan yang membutuhkan pembangunan maupun perbaikan.

Baca juga: Wagub Jateng Taj Yasin Ajak Masyarakat Jalani Gaya Hidup Sehat

Gus Yasin Pastikan Tahun 2026 Tidak Ada Pemecatan Guru Honorer di Jateng

Sementara dalam aspek kebangsaan, Pemprov Jateng bekerja sama dengan Kesbangpol, TNI, dan Polri untuk memperkuat wawasan kebangsaan di lingkungan pesantren.

Program tersebut bertujuan membentuk karakter santri yang nasionalis dan memiliki komitmen kuat terhadap NKRI.

Selain itu, pemerintah provinsi juga menyiapkan program penghargaan bagi santri penghafal Alquran 30 juz melalui alokasi anggaran sekira Rp2 miliar.

Pimpinan Ponpes Sunan Gunung Jati Ba'alawy, KH Ahmad Arwani Musabi menyambut baik berbagai program yang disiapkan Pemprov Jateng bagi kalangan pesantren.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved