Senin, 1 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jateng

Ini Daftar Wilayah di Jawa Tengah yang Diprediksi Mengering pada Juni 2026

Sejumlah wilayah di Jawa Tengah diperkirakan baru mulai memasuki musim kemarau pada Juni 2026.

Tayang:
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
Tribun Jogja
ILUSTRASI: Kekeringan dan krisis air bersih. 

Sebagian kecil wilayah Kabupaten Tegal

Sebagian kecil wilayah Kabupaten Pemalang

Sebagian kecil wilayah Kabupaten Kendal

Sebagian kecil wilayah Kabupaten Kebumen

 

Prediksi Curah Hujan Jawa Tengah Juni 2026

Selain memprediksi awal musim kemarau, Stasiun Klimatologi Jawa Tengah juga merilis perkiraan curah hujan selama Juni 2026.

Pada dasarian pertama atau periode 1 hingga 10 Juni 2026, sebagian besar wilayah Jawa Tengah diperkirakan berada pada kategori curah hujan rendah, yakni kurang dari 50 milimeter per dasarian.

Meski demikian, sejumlah daerah diperkirakan masih memiliki curah hujan kategori menengah antara 51 hingga 75 milimeter per dasarian.

Wilayah tersebut meliputi sebagian Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Pekalongan, Batang, serta sebagian kecil wilayah Brebes, Pemalang, Banjarnegara, dan Kendal.

Memasuki dasarian kedua atau tanggal 11 hingga 20 Juni 2026, mayoritas wilayah Jawa Tengah masih diprediksi mengalami curah hujan rendah.

Sementara curah hujan kategori menengah diperkirakan masih terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Pekalongan, Banjarnegara, serta sebagian kecil wilayah Brebes dan Purworejo.

Kondisi yang lebih kering diperkirakan terjadi pada dasarian ketiga atau periode 21 hingga 30 Juni 2026. Hampir seluruh wilayah Jawa Tengah diprediksi berada pada kategori curah hujan rendah.

Hanya sebagian kecil wilayah Kabupaten Cilacap dan Banyumas yang diperkirakan masih memiliki curah hujan kategori menengah.

Bahkan memasuki dasarian pertama Juli 2026, curah hujan rendah diprakirakan mendominasi seluruh wilayah Jawa Tengah.

Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa musim kemarau akan semakin meluas dan menguat di berbagai daerah.

Dengan tren penurunan curah hujan tersebut, masyarakat diimbau mulai melakukan langkah antisipasi, terutama terkait kebutuhan air bersih, pengelolaan lahan pertanian, serta kewaspadaan terhadap potensi kekeringan yang dapat meningkat selama musim kemarau berlangsung.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved