Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jawa Tengah

Bulog Jateng Serap 237 Ribu Ton Gabah-Beras Petani, Dukung Rekor Nasional 3 Juta Ton

Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah telah menyerap 237.222,83 ton gabah dan beras petani hingga awal Juni 2026.

Tayang:
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Bulog kanwil Jateng
Pimpinan Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati, melakukan penyerapan gabah hasil panen petani di Jawa Tengah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah telah menyerap 237.222,83 ton gabah dan beras petani hingga awal Juni 2026.

Capaian tersebut menjadi bagian dari keberhasilan Bulog secara nasional yang telah menembus angka 3.008.626 ton setara beras atau sekitar 75 persen dari target pengadaan nasional sebesar 4 juta ton pada tahun 2026.

Pimpinan Perum Bulog Kanwil Jawa Tengah, Sri Muniati, mengatakan serapan gabah dan beras di Jawa Tengah menunjukkan komitmen BULOG dalam menjaga hasil panen petani tetap terserap secara optimal.

BREAKING NEWS Pujianto Terdakwa Penendang Kucing Divonis Kerja Sosial di 10 Sekolah Blora

Baca juga: Pembobolan Koperasi di Salatiga Terungkap, Pelaku Ternyata Beraksi di 15 TKP dalam Tiga Bulan

"Realisasi serapan sebesar 237.222,83 ton setara beras di wilayah kerja Kanwil Jawa Tengah menunjukkan komitmen kami untuk terus hadir di tengah petani, memastikan hasil panen terserap secara optimal, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional," ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Secara nasional, capaian serapan yang telah menembus 3 juta ton setara beras menjadi tonggak penting dalam pengadaan pangan nasional. 

Dalam waktu kurang dari enam bulan, BULOG berhasil mendekati target tahunan yang selama ini menjadi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan petani, penguatan cadangan pangan pemerintah, dan stabilitas harga pangan.

Keberhasilan tersebut didukung sinergi berbagai pihak, mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, penggilingan padi hingga jajaran Bulog di seluruh Indonesia selama musim panen berlangsung.

Menurut Sri Muniati, kebijakan pemerintah yang menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram turut memberikan kepastian pasar bagi petani.

Serapan yang tinggi juga berdampak pada penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Saat ini, stok beras yang dikelola Bulog telah melampaui 5 juta ton, tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.

Stok tersebut menjadi penyangga penting untuk berbagai kebutuhan pemerintah, mulai dari stabilisasi harga beras, penyaluran bantuan pangan hingga mitigasi dampak bencana maupun gejolak pasar.

Bulog optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada 2026 dapat tercapai sebelum akhir tahun.

Optimisme itu didukung masih berlangsungnya musim panen di sejumlah daerah sentra produksi.

"Keberhasilan serapan ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional," kata Sri Muniati. (Rad)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved