Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Menteri Agama Sentil Oknum Pelaku Pencabulan di Jateng: Bukan Kiai, Tapi Mengkiaikan Diri Sendiri

Menteri Agama, Nasaruddin Umar melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren Apik yang berada di Kaliwungu Kabupaten Kendal.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Agus Salim Irsyadullah
SILATURAHMI - Menteri Agama, Nasaruddin Umar saat bersilaturahmi di Pondok Pesantren Apik di Kaliwungu Kabupaten Kendal, Jumat (5/6/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Menteri Agama, Nasaruddin Umar melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren Apik yang berada di Kaliwungu Kabupaten Kendal, Jumat (5/6/2026) sore. 

Dalam kunjungan itu, dia meminta doa serta keterlibatan aktif para kiai untuk menjaga nama baik pesantren, terutama dalam menyelesaikan kasus pencabulan di lingkup pesantren.

Nasaruddin mengatakan, saat ini pihaknya sedang berfokus untuk membenahi tata kelola persoalan yang menimpa di pesantren-pesantren, termasuk kasus pencabulan.

Baca juga: Kemenag Jawa Tengah Sebut Padang Ati Bukan Pondok Pesantren

Diketahui, sederet kasus pencabulan terjadi di Jawa Tengah dalam kurun waktu April-Mei 2026.

Pertama, kasus pencabulan di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ndholo Kusumo, Tlogowungu, Pati. Saat ini pengasuh ponpes, Ashari telah ditetapkan sebagai tersangka. 

Kedua, kasus pencabulan di Ponpes Al Anwar Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.

Pengasuhnya, Imam Abi Jamrah juga telah ditetapkan sebagai tersangka. 

Lalu yang ketiga, Padepokan Padang Ati Pekalongan. Pengasuhnya, Abdul Khalim Fadlun juga ditetapkan sebagai tersangka. 

"Keterlibatan doa kiai di sini agar bangsa kita lebih baik di masa depan. Itu yang sedang kita selesaikan sekarang ini," 

"Terutama masalah Ponpes itu insyaallah akan diselesaikan dengan baik oleh Allah. Kita sangat yakin bahwa Ponpes yang sesungguhnya akan diperlihara oleh Allah." kata Nasaruddin seusai bersilaturahmi. 

ENGGAN MERESPON - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar enggan menanggapi kasus kekerasan seksual di pondok pesantren (ponpes) yang marak terjadi di Jawa Tengah saat dikonfirmasi di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat (5/6/2026). 
ENGGAN MERESPON - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar enggan menanggapi kasus kekerasan seksual di pondok pesantren (ponpes) yang marak terjadi di Jawa Tengah saat dikonfirmasi di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat (5/6/2026).  (TRIBUN JATENG/iwan Arifianto)

Dia menegaskan, sederet kasus pencabulan itu tidak semua terjadi di lingkup pondok pesantren, melainkan lembaga yang berkedok sebagai pondok pesantren dan tidak terdaftar di Kementerian Agama. 

"Karena kan sesungguhnya ada yang di antara mereka itu padepokan, panti asuhan, dan lembaga biasa tetapi diklaim berkedok sebagai pondok pesantren,"

"Itu juga tidak terdaftar di Kementerian Agama dan mereka mengaku sebagai kiai." ungkapnya.

Menag juga menyoroti adanya seseorang yang mengaku sebagai kiai yang memiliki pesantren.

Hal ini pula yang membuat Nasaruddin ingin meluruskan pemahaman tentang kiai dan pesantren yang sebenarnya kepada masyarakat. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved